Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Tinjau SD Inpres Kaniti Kupang, Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

8 April 2026, 17:08 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau SD Inpres Kaniti Kupang, Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

INDOTORIAL.COM - Kupang — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke SD Inpres Kaniti di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (06/04/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional, khususnya melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah di daerah.


Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan yang layak di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil dan tertinggal.


Dalam kunjungan tersebut, Wapres meninjau langsung hasil revitalisasi SD Inpres Kaniti yang telah rampung dikerjakan selama 90 hari kerja, mulai 1 Oktober hingga 29 Desember 2025. Proyek revitalisasi ini mencakup pembangunan dan renovasi berbagai fasilitas penting, seperti 11 ruang kelas lama yang diperbaiki, 3 ruang kelas baru, 1 ruang administrasi, 1 rumah dinas guru, serta 1 unit toilet.


Saat berkeliling melihat ruang-ruang kelas yang telah diperbarui, Gibran menyampaikan apresiasi atas peningkatan kualitas fasilitas belajar mengajar yang dinilai jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para siswa dan guru.


“Sekarang ruang kelasnya sudah bagus, sudah dibangun dengan baik. Anak-anak harus semangat belajar. Jangan ada tembok-tembok yang dicorat-coret,” ujar Wapres dengan gaya santai namun tegas, memberikan motivasi kepada para siswa.


Tidak hanya menyoroti aspek fisik sekolah, Wapres juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi tenaga pendidik. Ia mengakui bahwa masih terdapat berbagai tantangan, terutama terkait status kepegawaian guru, baik yang berstatus PPPK maupun honorer.


Menurutnya, pemerintah saat ini terus mencari solusi terbaik agar kesejahteraan dan kepastian kerja para guru tetap terjamin. “Saya tahu masih banyak kekurangan, tapi ini terus kita carikan solusinya, terutama untuk P3K dan honorer,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Gibran menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan, guna memastikan tidak ada tenaga pendidik yang terdampak kebijakan secara negatif.


“Intinya jangan sampai ada yang dirumahkan. Guru itu berjuang mencerdaskan anak-anak kita,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Sekolah SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap sekolah yang sebelumnya berada dalam kondisi kurang layak. Ia mengungkapkan bahwa perbaikan fasilitas ini sangat membantu meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar.


Namun demikian, Yuliana juga menyampaikan harapannya terkait keberlangsungan tenaga guru, khususnya PPPK. Ia mengungkapkan kekhawatiran jika sejumlah guru harus dirumahkan, maka kegiatan belajar mengajar akan terganggu.


“Di sini ada 10 guru P3K. Kalau semuanya dirumahkan, tentu pendidikan di sekolah ini akan sangat terganggu,” ujarnya.


Sebagai informasi, SD Inpres Kaniti saat ini memiliki 420 siswa yang terbagi dalam 16 rombongan belajar, dengan dukungan 25 guru dan 2 tenaga kependidikan. Jumlah ini menunjukkan peran penting tenaga pengajar dalam menjaga kualitas pendidikan di sekolah tersebut.


Kunjungan ini bukan yang pertama bagi Wapres Gibran. Sebelumnya, pada Mei 2025, ia juga telah mengunjungi sekolah yang sama dan menyerahkan berbagai bantuan perlengkapan pendidikan.


Melalui kunjungan berkelanjutan ini, pemerintah berharap upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah dapat berjalan optimal, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari aspek sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas