INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Gibran Rakabuming Raka menerima perwakilan Green Diplomacy Network (GDN) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (20/05/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan diplomasi hijau sekaligus peran strategis generasi muda dalam mendukung pembangunan nasional berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Audiensi ini dinilai sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto yang menaruh perhatian besar pada pembangunan berkelanjutan, penguatan sumber daya manusia, hingga kesiapan generasi muda menghadapi tantangan global di masa depan.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur Eksekutif GDN M. Zulhamdi Suhafid memaparkan berbagai program organisasi yang fokus pada pengembangan diplomasi hijau dan peningkatan kapasitas generasi muda Indonesia agar mampu berkompetisi di level internasional.
Menurut Zulhamdi, salah satu program utama yang tengah dikembangkan adalah pembinaan anak muda melalui pendidikan serta praktik diplomasi hijau. Program ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang memiliki pemahaman mendalam terkait isu lingkungan, energi terbarukan, hingga pembangunan berkelanjutan.
“Kami dari Green Diplomacy Network membuka program tentang bagaimana generasi muda hadir untuk belajar tentang diplomasi hijau,” ujar Zulhamdi usai pertemuan.
Ia menjelaskan, diplomasi hijau menjadi salah satu isu penting yang kini mendapat perhatian dunia internasional. Karena itu, keterlibatan anak muda Indonesia dianggap sangat penting agar mampu mengambil peran dalam forum global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Zulhamdi juga menyampaikan bahwa Wapres Gibran memberikan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif positif anak muda yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Dukungan tersebut dinilai menjadi motivasi besar bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kemampuan dan daya saing mereka.
“Beliau menyampaikan bahwa akan mendukung anak-anak muda yang ingin menunjukkan kemampuannya agar kita mampu mempersiapkan dari sekarang Indonesia Emas tahun 2045,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Direktur GDN Fathur Rahman mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Wapres turut menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mendukung agenda prioritas pemerintah.
Beberapa fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah saat ini, kata Fathur, meliputi hilirisasi industri, swasembada pangan, hingga pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional jangka panjang.
“Bapak Wakil Presiden tadi menyampaikan bahwa kita semua, sebagai anak muda juga harus mendorong program dari pemerintah, di mana terfokusnya di bidang hilirisasi, terutama di bidang swasembada pangan dan juga energi terbarukan,” ungkap Fathur.
Ia menilai, sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju. Kolaborasi tersebut tidak hanya diperlukan dalam aspek pembangunan ekonomi, tetapi juga dalam menciptakan generasi muda yang memiliki wawasan global dan kepedulian terhadap lingkungan.
Fathur berharap hubungan kerja sama antara GDN dan pemerintah dapat terus diperkuat melalui berbagai program kolaboratif yang lebih luas dan berkelanjutan di masa mendatang.
“Kiranya kami melakukan semua sinergitas lebih komprehensif dengan pemerintah,” pungkasnya.
Pertemuan ini turut dihadiri Dewan Pembina GDN Taufik Hidayat bersama jajaran staf Green Diplomacy Network lainnya.
Dukungan pemerintah terhadap diplomasi hijau dan pengembangan kapasitas generasi muda dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim, ketahanan pangan, dan transisi energi bersih. Dengan keterlibatan aktif anak muda, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisinya di tingkat internasional sekaligus mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.
(Indotorial.com)
