Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Ungkap Capaian Ekonomi Nasional 2026, dari Swasembada Pangan hingga Hilirisasi Industri

20 Mei 2026, 17:17 WIB

 

Presiden Prabowo Ungkap Capaian Ekonomi Nasional 2026, dari Swasembada Pangan hingga Hilirisasi Industri

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian ekonomi nasional dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Dalam pidatonya, Presiden menyoroti keberhasilan pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional, memperluas program sosial, hingga mempercepat industrialisasi dan hilirisasi di berbagai sektor strategis.


Pidato tersebut menjadi perhatian publik karena memuat sejumlah indikator ekonomi yang diklaim menunjukkan penguatan fondasi ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih berlangsung.


Salah satu fokus utama yang disampaikan Presiden adalah keberhasilan pemerintah dalam memperkuat sektor pangan nasional. Menurut Presiden Prabowo, pemerintah saat ini menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas utama guna menjaga stabilitas nasional dan mengurangi ketergantungan impor.


Presiden mengungkapkan bahwa produksi pangan Indonesia mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2026. Bahkan, cadangan beras pemerintah disebut mencapai angka tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia.


“Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan yang ada di gudang-gudang kita sekarang bahkan tidak cukup sehingga harus menyewa gudang tambahan,” ujar Presiden.


Ia menjelaskan, hingga 10 Mei 2026, cadangan beras nasional yang dikuasai pemerintah telah mencapai lebih dari 5,3 juta ton. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan Desember 2025 yang berada di angka 3,25 juta ton.


Tak hanya sektor pangan, Presiden juga menyoroti langkah pemerintah dalam memperkuat produksi pupuk nasional. Dalam kesempatan itu, Presiden menyebut pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20 persen untuk membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian.


Menurut Presiden, kebijakan tersebut menjadi sejarah baru dalam tata kelola sektor pertanian Indonesia. Namun demikian, pemerintah tetap menaruh perhatian serius terhadap pengawasan distribusi pupuk subsidi agar tidak disalahgunakan.


“Petani kita sekarang bisa menikmati pupuk dengan jumlah yang cukup. Yang harus dijaga adalah jangan sampai pupuk subsidi diselewengkan,” tegasnya.


Di bidang sosial, Presiden Prabowo turut memaparkan perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau jutaan masyarakat di seluruh Indonesia. Program unggulan pemerintah tersebut disebut menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.


Saat ini, program MBG diklaim telah dinikmati oleh 62,4 juta penerima setiap hari. Jumlah tersebut mencakup 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan sekitar 868 ribu ibu hamil.


Selain itu, Presiden juga menyoroti keberadaan Danantara, dana kedaulatan nasional yang dibentuk pemerintah pada tahun 2025. Menurut Presiden, Danantara menjadi instrumen penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional sekaligus mempercepat investasi dan industrialisasi.


“Kita terus menemukan aset-aset negara yang nilainya besar. Danantara akan mempercepat pembiayaan pembangunan, khususnya untuk investasi dan modal kerja industri,” kata Presiden.


Dalam pidatonya, Presiden Prabowo kembali menegaskan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi nasional sebagai langkah memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia. Ia menilai Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk asing, melainkan harus mampu memproduksi berbagai kebutuhan industri secara mandiri.


“Kita harus bikin mobil sendiri, motor sendiri, televisi, komputer, sampai handphone sendiri. Kita tidak boleh hanya jadi pasar bangsa lain,” ujarnya.


Presiden juga mengungkapkan bahwa realisasi investasi sepanjang tahun 2025 telah berhasil menciptakan sekitar 2,7 juta lapangan kerja baru. Selain investasi nasional dan asing, pemerintah juga mendorong pembukaan lapangan kerja melalui pembentukan Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah.


Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap percaya pada kekuatan nasional, budaya gotong royong, dan kemampuan bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan global.


“Kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri, percaya kepada budaya kita sendiri, dan percaya kepada semangat gotong royong,” tutup Presiden.


Dengan berbagai capaian yang dipaparkan tersebut, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, serta percepatan industrialisasi nasional dapat terus berjalan beriringan demi memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas