Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Pelestarian Cagar Budaya

10 Juli 2026, 20:34 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Pelestarian Cagar Budaya

INDOTORIAL.COM - BANYUWANGI – Pemerintah terus memperkuat pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas budaya daerah. Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming ke Pasar Induk Banyuwangi, Jumat (10/7/2026), untuk meninjau hasil revitalisasi pasar rakyat yang kini tampil lebih modern tanpa meninggalkan nilai sejarah kawasan.


Peninjauan yang berlangsung di Pasar Induk Banyuwangi, Jalan Susuit Tubun, Kepatihan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program revitalisasi pasar tidak berhenti pada pembaruan bangunan semata. Pemerintah juga ingin memastikan pasar rakyat dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya daerah.


Kunjungan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penguatan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu fondasi pembangunan nasional. Melalui revitalisasi pasar rakyat, pemerintah berharap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang tradisional, hingga masyarakat sekitar dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.


Presiden menilai pembangunan ekonomi nasional harus bertumpu pada sektor-sektor produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, revitalisasi pasar diarahkan tidak hanya menghadirkan fasilitas perdagangan yang lebih layak, tetapi juga meningkatkan daya saing pedagang, memperluas aktivitas ekonomi daerah, serta menciptakan pusat perdagangan yang nyaman bagi masyarakat.


Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi sendiri telah dilaksanakan sejak 8 Oktober 2024 dan rampung pada 31 Desember 2025. Program tersebut dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, menata aktivitas perdagangan, sekaligus mengembangkan kawasan heritage yang menjadi salah satu daya tarik wisata perkotaan di Banyuwangi.


Dalam pemaparannya kepada Wapres, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Ariwibawa, menjelaskan bahwa revitalisasi dilakukan dengan meningkatkan kapasitas pasar sekaligus memperbaiki kualitas fasilitas perdagangan.


Menurutnya, bangunan pasar kini dikembangkan menjadi dua lantai dengan kapasitas mencapai sekitar 798 kios dan los yang dapat dimanfaatkan para pedagang.


"Bangunan pasar dikembangkan menjadi dua lantai dengan daya tampung kios dan los sekitar 798 unit," ujarnya.


Tak hanya meningkatkan kapasitas perdagangan, proyek revitalisasi juga tetap mempertahankan unsur sejarah yang melekat pada bangunan lama. Bagian depan pasar yang diduga merupakan bangunan cagar budaya tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah Kota Banyuwangi.


"Bagian depan pasar ada tulisan Pasar Banyuwangi. Ini adalah bangunan yang diduga cagar budaya, sehingga kami pertahankan seperti semula," jelas Ariwibawa.


Selain mempertahankan bangunan bersejarah, desain Pasar Induk Banyuwangi juga mengadopsi unsur arsitektur lokal khas Banyuwangi. Penggunaan ornamen batu kerukul menjadi salah satu elemen yang memperkuat identitas budaya daerah dalam konsep bangunan baru.


"Di sini juga sudah mengadopsi unsur atau penguatan arsitektur lokal yang menjadi ciri khas Banyuwangi dengan penggunaan ornamen batu kerukul," tambahnya.


Wapres Gibran mengapresiasi langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mampu memadukan pembangunan infrastruktur modern dengan upaya pelestarian bangunan bersejarah. Menurutnya, revitalisasi pasar seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian identitas budaya daerah.


Ia juga menekankan bahwa pengelolaan pasar harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel agar mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pedagang maupun masyarakat. Meski demikian, karakter pasar tradisional sebagai ruang ekonomi rakyat yang inklusif tetap harus dipertahankan.


Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga menyempatkan diri berdialog dengan para pedagang yang dijadwalkan mulai menempati kios baru pada Agustus 2026. Ia berharap keberadaan pasar yang telah direvitalisasi mampu meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus mendongkrak pendapatan para pedagang.


"Bulan depan pindah, ya Bapak dan Ibu. Semoga tambah ramai dan bermanfaat sebesar-besarnya," ujar Wapres kepada para pedagang.


Pemerintah berharap revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih representatif, tetapi juga menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih sehat, nyaman, dan berdaya saing. Dengan tata kelola yang baik, pasar rakyat diharapkan semakin mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat keberlangsungan UMKM di daerah.


Selain itu, keberhasilan revitalisasi ini diharapkan menjadi contoh pembangunan pasar rakyat yang mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, budaya, dan pariwisata. Pasar tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi bagian dari wajah kota yang mencerminkan identitas daerah serta mendukung daya tarik wisata Banyuwangi.


Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Suwardi.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas