Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati 7 MoU, Indonesia-Belarus Luncurkan Roadmap Kerja Sama 2026-2030

4 Juli 2026, 20:54 WIB

 

Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati 7 MoU, Indonesia-Belarus Luncurkan Roadmap Kerja Sama 2026-2030

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Presiden Republik Belarus, Aleksandr Lukashenko, menyaksikan penandatanganan tujuh nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama strategis di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Pada kesempatan yang sama, kedua negara juga resmi meluncurkan Peta Jalan Pengembangan Bidang-Bidang Utama Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030 sebagai arah baru penguatan hubungan bilateral dalam lima tahun ke depan.


Kesepakatan tersebut menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan diplomatik Indonesia dan Belarus. Kerja sama yang dibangun mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari industri, kesehatan, kebudayaan, riset dan inovasi, jasa keuangan, hingga pertahanan dan penguatan tata kelola keuangan.


Dalam keterangan pers bersama usai pertemuan bilateral, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penandatanganan berbagai dokumen kerja sama tersebut merupakan bukti nyata komitmen kedua negara untuk memperluas kemitraan yang saling menguntungkan.


"Komitmen Indonesia dan Belarus untuk memperkuat hubungan bilateral juga dibuktikan hari ini dengan disepakati sejumlah dokumen kerja sama oleh delegasi kedua negara. Di bidang kesehatan, budaya, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains dan teknologi, serta jasa keuangan, juga di bidang kerja sama pertahanan hubungan kami sangat baik," ujar Presiden Prabowo.


Menurut Kepala Negara, hubungan Indonesia dan Belarus saat ini menunjukkan perkembangan yang positif dengan peluang kerja sama yang semakin luas di berbagai sektor. Karena itu, pemerintah berharap seluruh kesepakatan yang telah ditandatangani tidak berhenti pada tahap seremonial, melainkan segera direalisasikan melalui program-program konkret.


"Saya berharap kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi manfaat nyata dalam waktu dekat bagi kedua negara," kata Presiden Prabowo.


Tujuh MoU Indonesia-Belarus Perkuat Kerja Sama Strategis


Dalam pertemuan bilateral tersebut, Indonesia dan Belarus menyepakati tujuh dokumen kerja sama yang menjadi fondasi penguatan hubungan kedua negara.


Dokumen pertama adalah Nota Kesepahaman Kerja Sama Industri antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Belarus. Kesepakatan ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi pengembangan industri, peningkatan investasi, serta transfer teknologi.


Selanjutnya, kedua negara menandatangani Nota Kesepahaman Bidang Kebudayaan antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan Republik Belarus sebagai langkah mempererat hubungan antarmasyarakat melalui pertukaran budaya, seni, dan warisan budaya.


Di sektor keuangan, kerja sama diwujudkan melalui Nota Kesepahaman antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Nasional Belarus. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus membuka peluang pertukaran informasi dan pengembangan regulasi.


Kerja sama di bidang kesehatan juga menjadi perhatian kedua negara melalui penandatanganan MoU antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Belarus. Kesepakatan tersebut mencakup peluang kolaborasi dalam pengembangan layanan kesehatan, penelitian medis, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kesehatan.


Sementara itu, penguatan riset dan inovasi diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama Ilmiah dan Teknis antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus. Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi bersama yang mendukung pembangunan nasional kedua negara.


Dalam upaya memperkuat tata kelola keuangan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Republik Indonesia juga menandatangani Nota Kesepahaman Pertukaran Laporan Intelijen Keuangan dengan Departemen Pemantauan Keuangan Komite Kontrol Negara Belarus. Kerja sama ini mencakup pertukaran informasi terkait pencegahan pencucian uang, pendanaan terorisme, serta proliferasi senjata pemusnah massal.


Adapun dokumen ketujuh adalah Nota Kesepahaman Bidang Akreditasi Nasional antara Komite Akreditasi Nasional Republik Indonesia dengan Belarusian State Center for Accreditation. Kerja sama tersebut diharapkan meningkatkan pengakuan standar mutu dan kualitas produk maupun layanan kedua negara.


Roadmap Indonesia-Belarus 2026-2030 Jadi Arah Baru Kemitraan Bilateral


Selain penandatanganan tujuh MoU, Indonesia dan Belarus juga menyepakati Peta Jalan Pengembangan Bidang-Bidang Utama Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030.


Roadmap tersebut menjadi pedoman strategis bagi kedua negara dalam mengembangkan berbagai program kolaborasi selama lima tahun mendatang. Fokus kerja sama diarahkan pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, penguatan industri, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan hubungan perdagangan dan investasi.


Peluncuran roadmap ini sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dan Belarus untuk membangun hubungan bilateral yang lebih erat, produktif, dan berkelanjutan.


Dengan implementasi seluruh nota kesepahaman dan peta jalan yang telah disepakati, kedua negara optimistis mampu menciptakan berbagai peluang baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat daya saing ekonomi, mendorong inovasi, serta memperkokoh kemitraan strategis yang berorientasi pada kesejahteraan bersama.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas