Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Tutup Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Perkuat Sinergi Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju

29 Juni 2026, 17:50 WIB

 

Presiden Prabowo Tutup Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Perkuat Sinergi Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju

INDOTORIAL.COM - Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/6/2026). Penutupan forum strategis tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan peneliti guna mendorong kemajuan sains, teknologi, serta inovasi nasional.


Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 menjadi wadah bertemunya para pemangku kepentingan untuk membahas berbagai kebijakan strategis yang mendukung kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan riset dan pengembangan teknologi.


Dalam laporannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa rangkaian sarasehan berlangsung secara dinamis, terbuka, dan produktif. Berbagai isu strategis nasional dibahas secara mendalam melalui paparan para menteri, diskusi lintas sektor, hingga pertukaran gagasan yang konstruktif.


"Forum berlangsung secara dinamis, terbuka, dan produktif, melalui paparan para menteri, diskusi mengenai bidang-bidang kebijakan strategis utama Bapak Presiden yang menjadi fondasi kemandirian ekonomi dan kesejahteraan Indonesia," ujar Brian.


Menurut Brian, forum tersebut berhasil memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta komunitas riset dalam mendorong pemanfaatan hasil penelitian sebagai solusi nyata bagi pembangunan nasional.


Ia juga mengapresiasi arahan Presiden Prabowo pada pembukaan sarasehan yang dinilai sangat komprehensif serta didukung oleh data dan referensi yang kuat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan nasional.


"Kami bersyukur karena paparan pembukaan yang disampaikan oleh Bapak Presiden sangat komprehensif, rinci, serta didukung basis data dan referensi yang sangat kuat," katanya.


Kemendiktisaintek Bentuk Kelompok Kerja Tematik


Sebagai tindak lanjut hasil Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Brian mengungkapkan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan membentuk sejumlah kelompok kerja tematik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.


Kelompok kerja tersebut akan menjadi ruang kolaborasi untuk mengonsolidasikan kepakaran nasional, mempercepat penyusunan solusi berbasis riset, sekaligus memastikan hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi kebijakan teknologi dan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


"Kelompok kerja ini akan menjadi wadah untuk mengonsolidasikan kepakaran nasional, mempercepat penyusunan solusi berbasis riset, serta memastikan hasil-hasil akademik dan riset dapat diterjemahkan menjadi kebijakan teknologi dan inovasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat," jelas Brian.


Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil penelitian sehingga inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi maupun lembaga riset dapat dimanfaatkan secara optimal oleh dunia industri dan masyarakat luas.


Presiden Prabowo: Seluruh Potensi Bangsa Harus Bersatu


Dalam sambutannya saat menutup Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum yang dinilai menjadi ruang strategis untuk menyatukan berbagai pemikiran terbaik bangsa dalam menghadapi tantangan global.


Presiden mengaku terus memantau jalannya sarasehan hingga malam hari dan melihat adanya semangat kolaborasi yang kuat di antara para peserta.


"Saya monitor terus jalannya Sarasehan sampai malam kemarin, padat. Dan secara garis besar saya mengikuti bahwa suasana berada dalam suasana positif, suasana tukar-menukar keterangan, pandangan," kata Presiden Prabowo.


Menurut Presiden, perkembangan dunia yang semakin cepat, terutama dalam bidang sains dan teknologi, menuntut Indonesia untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Seluruh potensi bangsa harus disatukan agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul di era transformasi teknologi.


"Semua potensi seluruh bangsa harus bersatu, harus mengeluarkan segala pemikiran, segala inisiatif untuk kebaikan kita bersama, untuk survival kita, untuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia," tegas Presiden.


Presiden juga menekankan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, kemampuan berinovasi, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 sekaligus menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan komunitas peneliti dalam membangun ekosistem riset nasional yang lebih produktif. Melalui kolaborasi yang semakin erat, Indonesia diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi karya anak bangsa yang berdaya saing global serta mempercepat terwujudnya visi Indonesia sebagai negara maju berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri yang mandiri.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas