Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Tegaskan Petani dan Nelayan Jadi Garda Terdepan Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII 2026

22 Juni 2026, 17:31 WIB

 

Wapres Gibran Tegaskan Petani dan Nelayan Jadi Garda Terdepan Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII 2026

INDOTORIAL.COM - GORONTALO – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa petani dan nelayan merupakan garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di GOR David Tony, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).


Dalam sambutannya di hadapan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Wapres menyampaikan apresiasi kepada para petani dan nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.


“Terima kasih para petani dan nelayan, garda terdepan kemandirian pangan,” ujar Gibran.


Menurut Wapres, kemandirian pangan saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah situasi global yang semakin dinamis, mulai dari konflik geopolitik hingga perang dagang dan perang tarif antarnegara, Indonesia dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.


“Kemandirian pangan ini seperti yang kita ketahui adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain,” tegasnya.


Tantangan Kemandirian Pangan Tidak Hanya Soal Produksi


Gibran menjelaskan bahwa upaya mewujudkan swasembada dan kemandirian pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi. Pemerintah juga harus memastikan tata kelola sektor pertanian dan perikanan berjalan lebih baik dan berkelanjutan.


Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain perlindungan lahan pertanian, kemudahan akses terhadap bibit unggul, dukungan permodalan bagi petani dan nelayan, kepastian pasar hasil produksi, hingga distribusi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran.


Dalam forum tersebut, Wapres juga memberikan kesempatan kepada sejumlah perwakilan petani dan nelayan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi di lapangan.


Beragam aspirasi yang muncul di antaranya kebutuhan perbaikan jaringan irigasi, pendangkalan pelabuhan yang menghambat aktivitas nelayan, distribusi bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar, hingga kebutuhan sarana pascapanen seperti dryer dan Rice Milling Unit (RMU).


Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wapres meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk segera melakukan tindak lanjut agar permasalahan yang dihadapi petani dan nelayan dapat segera diselesaikan.


“Mohon ini nanti Pak Menteri, Wamen, semua yang ada di sini, mohon untuk segera ditindaklanjuti. Tadi ada masalah irigasi, masalah solar, masalah dryer, RMU, dan masalah-masalah yang lain. Ini coba nanti setelah acara ini segera ditindaklanjuti,” kata Gibran.


Produksi Pangan Indonesia Naik Signifikan


Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laporannya mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil mencatatkan peningkatan produksi pangan tertinggi kedua di dunia pada tahun 2025 setelah Brasil.


Tidak hanya itu, stok pangan nasional saat ini juga mencapai 5,2 juta ton, yang disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.


“Target swasembada empat tahun, alhamdulillah kita capai satu tahun dan tercepat sepanjang sejarah,” ujar Amran.


Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras petani dan nelayan di seluruh Indonesia yang didukung berbagai kebijakan pemerintah, termasuk penyederhanaan distribusi pupuk serta penguatan program-program sektor pertanian.


PENAS XVII Dihadiri 13 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia


Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan bahwa PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 diikuti sekitar 13 ribu peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.


Tingginya antusiasme peserta menjadi bukti kuatnya komitmen petani dan nelayan dalam mendukung program swasembada pangan nasional serta mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.


“Spirit dari seluruh petani dan nelayan di Indonesia untuk terus mempertahankan swasembada pangan, melanjutkan swasembada pangan, dan insyaallah mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, insyaallah mudah kita capai,” ujar Gusnar.


Pembukaan PENAS XVII ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional khas Gorontalo, polopalo, oleh Wapres Gibran didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Anggota DPR RI Rachmat Gobel, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta sejumlah pejabat lainnya.


Usai membuka acara, Wapres meninjau pameran teknologi pertanian dan perikanan yang menampilkan berbagai inovasi modern untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing sektor pertanian dan perikanan nasional.


PENAS XVII menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, nelayan, akademisi, penyuluh, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan pangan nasional menuju Indonesia yang lebih mandiri dan berdaya saing global.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas