Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Gibran Pastikan Sekolah di Wilayah 3T Jadi Prioritas Program Revitalisasi, SD Wolomoni dan SMPN 1 Ndona Masuk Perhatian Pemerintah

19 Juni 2026, 17:33 WIB

 

Gibran Pastikan Sekolah di Wilayah 3T Jadi Prioritas Program Revitalisasi, SD Wolomoni dan SMPN 1 Ndona Masuk Perhatian Pemerintah

INDOTORIAL.COM - ENDE, – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat program revitalisasi sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau SD Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/6/2026).


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas pendidikan di daerah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana. Dalam kesempatan itu, Gibran mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, guru, dan pengelola sekolah terkait kebutuhan mendesak yang diperlukan untuk mendukung proses belajar mengajar.


Salah satu aspirasi yang disampaikan warga adalah kebutuhan pembangunan pagar sekolah yang lebih layak. Saat ini, pagar SD Wolomoni masih menggunakan material sederhana seperti kayu damar dan bambu yang dinilai kurang memadai untuk menunjang keamanan lingkungan sekolah.


“Kami minta bantuan pagar sekolah. Karena kami di sini masih pakai kayu damar, bambu, pagar sekolah,” ujar salah seorang wali murid saat berdialog dengan Wapres.


Menanggapi aspirasi tersebut, Gibran memastikan kebutuhan sekolah akan menjadi bagian dari program revitalisasi sekolah yang saat ini menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


“Pak Presiden punya program revitalisasi sekolah. Ini kita masukkan juga ya,” kata Gibran.


Menurutnya, sekolah-sekolah yang berada di kawasan 3T akan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut mengingat masih banyaknya kebutuhan dasar pendidikan yang harus segera dipenuhi.


“Pokoknya yang di area 3T ini kita prioritaskan,” tegasnya.


Revitalisasi Sekolah untuk Percepat Pemerataan Pendidikan


Sebelum mengunjungi SD Wolomoni, Wapres juga meninjau SMP Negeri 1 Ndona yang menghadapi berbagai tantangan serupa. Selain keterbatasan infrastruktur sekolah, satuan pendidikan tersebut masih mengalami kendala akses jaringan seluler dan internet yang belum memadai.


Tidak hanya itu, kebutuhan air bersih, pagar sekolah, hingga fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.


Kepala SMP Negeri 1 Ndona, Sofia Ere, menyambut baik program revitalisasi sekolah yang digagas pemerintah. Menurutnya, program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan sekolah-sekolah di wilayah 3T karena menyasar langsung persoalan yang dihadapi satuan pendidikan.


“Program revitalisasi untuk daerah 3T sangat membantu karena sasarannya langsung ke sekolah. Kami berharap kebutuhan seperti jaringan internet, sumur bor air bersih, pagar sekolah, dan fasilitas TIK dapat segera terpenuhi,” ujarnya.


Sofia menilai kehadiran fasilitas pendukung tersebut akan berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi para siswa di daerah.


Digitalisasi Pendidikan Masih Terkendala Akses Internet


Hal senada juga disampaikan Kepala SD Wolomoni, Yohanes. Ia mengungkapkan bahwa pihak sekolah pada dasarnya siap mendukung program digitalisasi pendidikan yang saat ini terus didorong pemerintah. Namun, keterbatasan akses jaringan seluler dan internet masih menjadi hambatan utama.


Menurut Yohanes, tanpa dukungan konektivitas yang memadai, pemanfaatan perangkat digital dan teknologi pembelajaran modern belum dapat berjalan secara optimal.


“Kami siap memanfaatkan fasilitas digital, tetapi kendala utama kami adalah belum adanya akses jaringan seluler maupun internet. Kami berharap revitalisasi dapat menjawab kebutuhan sekolah, termasuk fasilitas TIK, jaringan internet, dan rumah dinas guru,” katanya.


Ia berharap program revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendukung penguatan infrastruktur digital yang menjadi kebutuhan penting dalam dunia pendidikan saat ini.


Kunjungan kerja Wapres ke Kabupaten Ende turut didampingi Bupati Ende Yosef Badeoda dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma. Kehadiran pemerintah pusat diharapkan mampu mempercepat realisasi berbagai kebutuhan pendidikan di wilayah 3T sehingga kualitas layanan pendidikan dapat semakin merata dan berdaya saing di seluruh Indonesia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas