Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Perkuat Pendidikan Nasional, MBG dan Teknologi Pembelajaran Jadi Prioritas

13 Juni 2026, 17:36 WIB

 

Presiden Prabowo Perkuat Pendidikan Nasional, MBG dan Teknologi Pembelajaran Jadi Prioritas

INDOTORIAL.COM - JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui berbagai program prioritas yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter serta transformasi pembelajaran berbasis teknologi.


Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Abdul Mu’ti melaporkan perkembangan sejumlah program strategis pemerintah yang dinilai memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan Indonesia.


Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Abdul Mu’ti, program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui implementasi program 7 Kebiasaan Indonesia Hebat.


Program tersebut mencakup tujuh kebiasaan positif yang diharapkan menjadi budaya baru di lingkungan pendidikan, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, serta tidur lebih awal.


"MBG merupakan bagian dari program kami, yaitu 7 Kebiasaan Indonesia Hebat. Program ini tidak hanya mendukung kesehatan peserta didik, tetapi juga membangun pola hidup yang baik dan karakter yang kuat," ujar Abdul Mu’ti.


Untuk mendukung implementasi program tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyiapkan berbagai modul pembelajaran dan panduan pendukung agar pelaksanaan MBG dapat berjalan selaras dengan penguatan karakter siswa di seluruh Indonesia.


Lebih lanjut, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian yang dilakukan berbagai lembaga, termasuk Universitas Indonesia, menunjukkan hasil yang positif terhadap pelaksanaan MBG. Program ini dinilai mampu meningkatkan tingkat kehadiran siswa di sekolah, memperkuat motivasi belajar, hingga berdampak pada peningkatan prestasi akademik.


Data terbaru yang disampaikan pemerintah menunjukkan bahwa hingga 10 Juni 2026, sekitar 80,7 persen peserta didik di Indonesia telah menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Dari total sekitar 53 juta siswa, lebih dari 43 juta di antaranya telah mendapatkan layanan tersebut.


Menurut Abdul Mu’ti, respons masyarakat dan peserta didik terhadap program ini sangat baik. Banyak pihak berharap program tersebut terus dilanjutkan karena manfaatnya dirasakan secara langsung dalam mendukung proses belajar mengajar.


Selain membahas MBG, Abdul Mu’ti juga melaporkan perkembangan transformasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi pendidikan, salah satunya penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) di berbagai satuan pendidikan.


Program digitalisasi pendidikan yang menjadi bagian dari agenda transformasi pembelajaran nasional tersebut terus menunjukkan perkembangan signifikan. Sepanjang tahun 2025, pemerintah telah mendistribusikan sebanyak 288.865 unit Interactive Flat Panel ke berbagai sekolah di seluruh Indonesia.


Perangkat teknologi ini digunakan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif, modern, dan efektif. Melalui pemanfaatan IFP, guru dapat menyampaikan materi secara lebih menarik, sementara siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aktif dan partisipatif.


Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa hasil berbagai penelitian menunjukkan penggunaan Interactive Flat Panel memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran. Selain meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, teknologi tersebut juga terbukti mampu mendorong motivasi belajar peserta didik.


Pemerintah berharap pemanfaatan teknologi pendidikan dapat semakin mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan akses pembelajaran.


Berbagai program prioritas yang dijalankan pemerintah ini menjadi bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, sehat, dan mampu bersaing di tingkat global. Melalui penguatan gizi, pembentukan karakter, serta transformasi pembelajaran berbasis teknologi, pemerintah optimistis kualitas pendidikan nasional akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas