Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo: Teknologi Jadi Kunci Percepatan Penyelesaian Masalah Bangsa

29 Juni 2026, 17:59 WIB

 

Prabowo: Teknologi Jadi Kunci Percepatan Penyelesaian Masalah Bangsa

INDOTORIAL.COM - Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai instrumen strategis untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, kemajuan teknologi telah membuka ruang komunikasi yang lebih cepat antara masyarakat dan pemerintah sehingga berbagai aspirasi maupun laporan dari daerah dapat segera ditindaklanjuti.


Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/6/2026).


Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menekankan bahwa pemerintah harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi digital sebagai sarana untuk mendengar langsung suara masyarakat dari berbagai lapisan, tanpa dibatasi oleh jarak maupun wilayah.


Menurut Kepala Negara, berbagai masukan yang diterima melalui platform digital dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.


"Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok saya segera tindak lanjut, saudara-saudara. Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kesulitan harus dihadapi dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan kerja keras mencari solusi terhadap kesulitan," ujar Presiden.


Teknologi Permudah Respons Pemerintah


Presiden Prabowo menjelaskan, perkembangan teknologi informasi saat ini telah mengubah pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai laporan yang sebelumnya membutuhkan waktu lama untuk diterima, kini dapat langsung sampai kepada pemerintah melalui berbagai platform digital.


Dengan sistem komunikasi yang semakin terbuka, pemerintah memiliki kesempatan untuk merespons berbagai persoalan secara lebih cepat, tepat sasaran, dan efisien.


"Teknologi bisa berbuat itu. Kesulitan di satu desa, di Nias, langsung, dan itu kita selesaikan dalam waktu cepat," kata Presiden.


Menurut Prabowo, pemanfaatan teknologi tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga dapat meningkatkan efektivitas pelayanan publik serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di seluruh Indonesia.


Perkembangan Teknologi Harus Diimbangi Kebijaksanaan


Meski mengakui besarnya manfaat teknologi, Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak selalu membawa dampak positif apabila digunakan tanpa kontrol dan tanggung jawab.


Ia mencontohkan teknologi nuklir yang mampu memberikan manfaat besar di berbagai sektor, mulai dari penyediaan energi bersih, dunia kesehatan, hingga pertanian. Namun di sisi lain, teknologi yang sama juga memiliki potensi menimbulkan kerusakan besar apabila disalahgunakan.


"Tapi kita tahu juga teknologi belum tentu selalu positif bagi manusia. Sekarang kita lihat, nuklir di suatu pihak luar biasa bisa membantu manusia. Energi yang sangat murah, energi yang relatif bersih. Nuklir untuk medis, nuklir untuk pertanian, iya. Tapi nuklir bisa menghabiskan peradaban manusia langsung," tuturnya.


Presiden menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus selalu diiringi dengan tanggung jawab moral, etika, serta pengawasan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.


AI Jadi Tantangan Baru bagi Dunia Pendidikan


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo juga menyoroti perkembangan pesat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dinilainya menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan, penelitian, dan industri.


Menurutnya, kemampuan AI yang terus berkembang, termasuk kemunculan agent AI, menunjukkan bahwa teknologi akan memainkan peran yang semakin besar dalam kehidupan manusia di masa depan.


Karena itu, Presiden mendorong para guru besar, profesor, akademisi, dan peneliti untuk terus memperdalam pemahaman terhadap perkembangan teknologi tersebut agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan global.


"Jadi manusia yang menciptakan sesuatu yang lebih hebat. Sekarang juara catur saja kalah sama mesin. Mesin sekarang bisa membuat karya-karya luar biasa. Ini lah nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu," tandas Presiden.


Melalui momentum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026, Presiden Prabowo berharap kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku industri semakin diperkuat guna mendorong lahirnya inovasi teknologi yang mampu menjawab berbagai tantangan nasional. Pemanfaatan teknologi secara bijak diyakini menjadi salah satu fondasi penting dalam mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing di era digital.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas