Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Dorong Inovasi Anak Bangsa, Akademisi dan Peneliti Diminta Perkuat Industri Nasional

29 Juni 2026, 17:42 WIB

 

Prabowo Dorong Inovasi Anak Bangsa, Akademisi dan Peneliti Diminta Perkuat Industri Nasional

INDOTORIAL.COM - Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa akademisi dan peneliti memiliki peran strategis dalam menciptakan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan nasional sekaligus memperkuat daya saing industri Indonesia. Menurut Presiden, kemajuan bangsa tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga pada kemampuan sumber daya manusia dalam menghasilkan teknologi dan inovasi.


Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (26/6/2026).


Dalam sambutannya, Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan strategis di berbagai sektor. Karena itu, pemerintah terus mendorong lahirnya berbagai terobosan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, akademisi, dan para peneliti.


Prabowo mengatakan dirinya secara konsisten berdialog dengan ilmuwan dan akademisi dari berbagai kampus untuk mencari solusi atas persoalan yang selama ini masih dihadapi Indonesia. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki banyak sumber daya intelektual yang mampu memberikan jawaban terhadap kebutuhan pembangunan nasional.


"Saya berkali-kali datang ke kampus. Saya datang, saya minta orang-orang terpintar, saya bertanya kepada para profesor, kenapa kita belum bisa memiliki benih gandum sendiri? Kenapa kita masih harus impor gandum? Kenapa produktivitas kelapa sawit di Malaysia bisa lebih tinggi dibandingkan Indonesia? Dan kenapa setelah 81 tahun merdeka kita belum bisa membuat mobil buatan sendiri?" ujar Presiden.


Berbagai pertanyaan tersebut, lanjut Prabowo, merupakan bentuk dorongan agar para ilmuwan dan peneliti terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan bangsa. Ia meyakini Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang mandiri dalam bidang teknologi, industri, hingga ketahanan pangan apabila seluruh elemen bangsa mampu bekerja sama.


Presiden juga memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang mulai berkembang di Indonesia, termasuk keberhasilan anak bangsa dalam mengembangkan mobil nasional. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing dan menghasilkan produk industri berkualitas.


Prabowo mengaku memiliki kebanggaan tersendiri ketika menggunakan kendaraan hasil karya anak bangsa pada momen pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Baginya, pengalaman tersebut menjadi simbol bahwa Indonesia mulai bergerak menuju kemandirian industri.


"Saya sangat bersyukur karena kita mulai memiliki mobil buatan sendiri. Ada kepuasan yang mendalam ketika saya pulang dari pelantikan sebagai Presiden menggunakan mobil buatan Indonesia," ungkapnya.


Meski demikian, Presiden mengakui bahwa setiap inovasi tentu masih memerlukan penyempurnaan agar mampu bersaing di tingkat global. Namun, menurutnya, langkah pertama yang paling penting adalah keberanian untuk memulai.


Ia menegaskan bahwa proses pengembangan teknologi tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan riset berkelanjutan, dukungan pemerintah, dunia usaha, industri, serta lembaga pendidikan agar inovasi nasional terus berkembang.


Prabowo juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang mampu menghasilkan produk-produk unggulan nasional. Dengan kolaborasi yang kuat, Indonesia diyakini dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.


Menurut Presiden, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara maju. Selain memiliki jumlah penduduk yang besar, Indonesia juga dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Potensi tersebut harus didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi agar mampu memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.


"Tidak apa-apa, minimal kita mulai. Kita harus berani memulai. Kita adalah negara keempat terbesar di dunia dan memiliki kekayaan yang luar biasa," tegas Presiden.


Melalui pelaksanaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026, pemerintah berharap semakin banyak inovasi lahir dari para akademisi, peneliti, serta pelaku industri. Inovasi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing nasional, mempercepat hilirisasi industri, serta mendorong Indonesia menjadi negara yang lebih mandiri dalam penguasaan teknologi dan pengembangan industri berbasis riset.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas