Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Tegaskan Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi Desa, Pangkas Rantai Pasok dan Cegah Penimbunan Barang

21 Juli 2026, 21:18 WIB

 

Prabowo Tegaskan Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi Desa, Pangkas Rantai Pasok dan Cegah Penimbunan Barang

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat desa. Melalui program tersebut, pemerintah ingin membangun sistem distribusi yang lebih efisien, memperpendek rantai pasok kebutuhan pokok, sekaligus memastikan manfaat ekonomi lebih banyak dirasakan oleh petani dan masyarakat.


Penegasan itu disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026). Menurut Kepala Negara, keberadaan KDMP bukan sekadar program koperasi biasa, melainkan bagian dari upaya membangun sistem distribusi nasional yang terintegrasi dari pemerintah pusat hingga ke desa.


Presiden menjelaskan bahwa untuk pertama kalinya pemerintah memiliki jalur distribusi yang lebih kuat sehingga mampu mengendalikan rantai pasok kebutuhan pokok secara langsung. Dengan sistem tersebut, pemerintah dinilai akan lebih siap menghadapi potensi kelangkaan barang maupun praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat.


"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, sekarang pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain, dari pusat sampai ke desa. Pertama kali dalam sejarah, kita sekarang tidak bisa di-blackmail. Tidak bisa nanti ada barang langka. Tidak bisa nanti ada menimbun barang di saat kritis," ujar Presiden Prabowo.


Menurut Presiden, penguatan sistem distribusi melalui Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama ketika menghadapi kondisi yang berpotensi mengganggu pasokan kebutuhan masyarakat.


Pangkas Rantai Distribusi, Petani dan Konsumen Lebih Diuntungkan


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah menemukan potensi penghematan ekonomi yang sangat besar setelah melakukan kajian terhadap rantai distribusi perdagangan bahan pokok.


Berdasarkan hasil penelitian yang disampaikan Menteri Pertanian, selama ini rantai distribusi yang terlalu panjang membuat keuntungan terbesar justru dinikmati oleh para perantara atau middleman. Akibatnya, petani sebagai produsen hanya memperoleh sebagian kecil nilai ekonomi dari hasil produksinya.


Presiden menyebut keuntungan yang dinikmati para perantara diperkirakan mencapai 30 hingga 40 persen, dengan nilai ekonomi sekitar Rp313 triliun.


"Setelah di-research oleh Menteri Pertanian, keuntungannya yang diambil oleh pihak penengah ini adalah 30 sampai 40 persen. Jadi diperhitungkan Rp313 triliun. Jadi yang dinikmati oleh petani hanya 30 persen, sepertiga. Yang dinikmati oleh konsumen 30 persen, yang 40 persen dinikmati oleh middleman," jelasnya.


Melalui Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah ingin memangkas biaya distribusi sehingga margin yang selama ini dinikmati para perantara dapat kembali kepada petani dan konsumen.


Menurut Presiden, koperasi cukup mengambil margin sekitar 5 hingga 10 persen agar operasional tetap berjalan sehat. Dengan demikian, sebagian besar keuntungan dapat dinikmati langsung oleh masyarakat, terutama petani sebagai produsen utama.


"Dengan koperasi Merah Putih, KDMP, marginnya kurang lebih 5 sampai 10 persen. Saya kira koperasi ambil 5 persen sudah cukup, berarti sisanya bisa dinikmati oleh petani dan konsumen. Ini adalah keamanan ekonomi jangka panjang," kata Presiden.


Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani, menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat, sekaligus memperkuat daya beli di tingkat desa.


Pemerintah Tegaskan Komitmen pada Tata Kelola yang Bersih


Selain menyoroti penguatan ekonomi desa, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa seluruh program yang berpihak kepada rakyat akan dijalankan dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel.


Ia memastikan pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap berbagai bentuk penyimpangan yang dapat menghambat pembangunan maupun merugikan masyarakat.


"Sekali lagi, berkali-kali saya bilang bahwa percayalah kita tidak akan pilih kasih, kita tidak akan tebang pilih, kita tidak akan tidak bertindak terhadap penyelewengan," tegas Presiden.


Komitmen tersebut, lanjut Presiden, menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi rakyat.


Optimistis Kebijakan Berbasis Kepentingan Rakyat Membuahkan Hasil


Di akhir arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme bahwa berbagai kebijakan strategis pemerintah telah berada di jalur yang tepat. Menurutnya, kebijakan yang dibangun berdasarkan kepentingan rakyat, dijalankan dengan tata kelola yang baik, serta berlandaskan nilai-nilai bangsa akan menghasilkan dampak positif bagi perekonomian nasional.


Presiden juga menilai kepercayaan dunia terhadap Indonesia terus meningkat seiring dengan berbagai langkah pembenahan yang dilakukan pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.


"Ternyata benar, ternyata kalau kebijakannya benar, niatnya benar, arahnya benar, sesuai dengan filosofi bangsa, sesuai dengan akal sehat, sesuai dengan itikad untuk mengabdi kepada rakyat, ternyata hasilnya real. Dunia sudah mulai mengakui," tutur Presiden.


Melalui penguatan Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah berharap tercipta sistem ekonomi yang lebih adil, efisien, dan berpihak kepada masyarakat. Program ini diharapkan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui distribusi kebutuhan pokok yang lebih efektif dan terkendali.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas