Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Temui Orang Tua Siswa Korban Dugaan Keracunan di Batang

29 September 2026, 21:15 WIB

 

Wapres Gibran Temui Orang Tua Siswa Korban Dugaan Keracunan di Batang

INDOTORIAL.COM – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menemui langsung orang tua siswa yang anak-anaknya terdampak dugaan keracunan makanan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasusukan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (28/09/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga siswa sekaligus memastikan pemerintah terus menindaklanjuti keluhan orang tua dan mengoptimalkan penanganan terhadap seluruh korban.


Gibran mengatakan dirinya memahami kekhawatiran orang tua terkait kondisi kesehatan anak-anak mereka. Menurutnya, situasi tersebut tentu menimbulkan kecemasan bagi keluarga, terlebih menyangkut kesehatan anak.


“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Bapak-Ibu berhak khawatir dengan kondisi saat ini dan saya sangat memahami kekhawatiran Bapak-Ibu semua,” ujar Gibran saat berdialog dengan para orang tua siswa.


Wapres menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan penanganan kesehatan yang diperlukan. Di sisi lain, proses investigasi terhadap dugaan keracunan makanan tersebut terus dilakukan untuk mengetahui penyebab dan memastikan langkah perbaikan dapat segera diterapkan.


Orang Tua Minta Evaluasi Program MBG


Dalam dialog bersama Wapres Gibran, salah satu orang tua siswa, Faizun, menyampaikan permintaan agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Ia juga meminta pemerintah segera mencari solusi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.


Menanggapi permintaan tersebut, Gibran menyatakan pemerintah akan mencari solusi terbaik. Ia menekankan bahwa tata kelola program harus diperbaiki sehingga aspek keamanan dan kualitas makanan bagi para penerima manfaat semakin terjamin.


“Kami akan carikan solusi terbaik, Pak. Yang jelas tata kelolanya harus diperbaiki sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” jawab Wapres.


Menurut Gibran, kunjungan langsung ke Kecamatan Bawang merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi para korban sekaligus upaya memberikan kepastian kepada keluarga siswa.


Ia ingin memastikan penanganan kesehatan berjalan dengan baik, sementara investigasi terhadap kejadian tersebut dapat segera diselesaikan.


“Jika saya berada di posisi Bapak-Ibu, tentu saya juga akan khawatir ketika anak saya keracunan. Oleh sebab itu, hari ini saya datang langsung ke sini untuk memastikan korban tertangani dengan baik, keluarga mendapat kepastian, investigasi dituntaskan, dan pengawasan diperkuat,” kata Gibran.


Investigasi Diminta Segera Dituntaskan


Selain memastikan penanganan korban, Wapres Gibran meminta proses investigasi dilakukan secara cepat. Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada keluarga siswa terkait hasil penyelidikan.


Menurut Gibran, keluarga korban berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan maupun hasil investigasi atas dugaan keracunan makanan tersebut.


“Proses investigasi sedang berjalan, tapi saya pastikan dilakukan dengan cepat dan hasil investigasi akan diinformasikan kepada Bapak-Ibu secara terbuka dan transparan. Kejadian ini tidak boleh berulang,” tegasnya.


Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan siswa yang terdampak, tetapi juga pada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan tata kelola penyediaan makanan.


Pengawasan menjadi salah satu hal yang ditekankan agar keamanan makanan yang diterima siswa dapat lebih terjamin. Evaluasi juga diperlukan untuk mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan program MBG.


Pemkab Batang Diminta Bentuk PIC Lintas Sektor


Di akhir pertemuan, Wapres Gibran meminta pemerintah daerah memastikan setiap keluhan dari orang tua dan keluarga korban ditangani secara jelas, cepat, dan terkoordinasi.


Ia secara khusus meminta Bupati Batang menetapkan penanggung jawab atau person in charge (PIC) lintas sektor yang dapat menjadi penghubung dalam penanganan berbagai kebutuhan keluarga korban.


Koordinasi tersebut melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga Pemerintah Kabupaten Batang.


“Setiap keluhan orang tua atau keluarga korban harus ditindaklanjuti. Pak Bupati, tolong tentukan PIC lintas BGN, Dinkes, Disdikbud, dan Pemkab untuk menjawab isu kesehatan, layanan siswa, dan kebutuhan keluarga,” pungkas Wapres.


Dengan adanya koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah diharapkan dapat memastikan kebutuhan para siswa dan keluarga terdampak tidak terabaikan. Penanganan kesehatan, layanan pendidikan, hingga kebutuhan keluarga perlu berjalan secara terpadu.


Kejadian dugaan keracunan makanan di SDN Pasusukan, Batang, sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah menyatakan proses investigasi akan dilakukan dan hasilnya disampaikan secara terbuka kepada keluarga korban.


Bagi orang tua siswa, kepastian mengenai kondisi kesehatan anak dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, tindak lanjut pemerintah daerah dan instansi terkait akan menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan pelaksanaan program MBG ke depan.


(Tim Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas