INDOTORIAL.COM - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama yang terjadi di kawasan gambut. Menurut Presiden, penanganan lahan gambut membutuhkan strategi yang tidak hanya mengandalkan tindakan saat kebakaran terjadi, tetapi juga langkah mitigasi yang disiapkan jauh sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin diskusi bersama sejumlah akademisi dari berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 September 2026. Pertemuan tersebut secara khusus membahas pengelolaan gambut serta strategi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Dalam diskusi tersebut, Presiden Prabowo meminta para akademisi memberikan masukan mengenai langkah paling tepat untuk mencegah kebakaran, khususnya pada kawasan hutan dan wilayah yang memiliki ekosistem gambut.
“Sebagai ahli tolong saya diberi tahu apa langkah terbaik untuk kita cegah kebakaran di kawasan hutan, pertama, kedua kawasan hutan yang ada gambutnya, dua hal. Dan ketiga yang saya minta saran dari saudara-saudara, apakah gambut ini bisa kita manfaatkan ke arah produktif?” tutur Presiden Prabowo dalam video yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 25 September 2026.
Presiden Prabowo Minta Solusi Berbasis Ilmu Pengetahuan
Presiden Prabowo menilai keterlibatan akademisi dan para pakar sangat penting dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lingkungan. Masukan dari para ahli diharapkan dapat membantu pemerintah menemukan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik lahan gambut di Indonesia.
Presiden juga menyampaikan penghargaan terhadap para pakar yang memberikan masukan berdasarkan keilmuan dan pengalaman masing-masing.
“Saya paling hormat sama pakar, nggak bisa apapun saya, kenapa saya berhasil sebagai perwira karena saya selalu cari pakar,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, persoalan karhutla, khususnya di lahan gambut, tidak dapat ditangani hanya dengan respons ketika api sudah muncul. Pemerintah perlu memiliki strategi pencegahan yang terukur sehingga potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal.
Karena itu, Presiden meminta agar langkah antisipasi mulai disiapkan untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan pada tahun-tahun mendatang.
“Jadi sekarang saya sudah perintahkan ya, sudahlah kita antisipasi,” ucap Presiden.
Mitigasi Karhutla Harus Disiapkan Sebelum Kebakaran
Dalam pembahasan mengenai penanganan karhutla, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya keberadaan petugas di lapangan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, berbagai sarana pendukung, termasuk helikopter, tetap membutuhkan dukungan personel yang bekerja secara langsung di lapangan.
“Jadi ternyata tadi saya dapat laporan kemarin dengan segala macam helikopter tetap yang paling efektif adalah petugas di darat,” tutur Presiden.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kombinasi antara teknologi, sarana pendukung, dan kesiapan sumber daya manusia. Petugas di lapangan tetap menjadi bagian penting dalam mendeteksi, mengendalikan, serta memadamkan api.
Presiden kemudian meminta agar mitigasi fisik dilakukan sebelum kebakaran terjadi. Sarana pemadam kebakaran, embung, hingga pompa air perlu dipersiapkan sejak dini di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.
“Jadi bagaimana saya minta masukan dari saudara-saudara what we have to do ya soal mitigasi fisik kita lakukan ya. Pemadam kebakaran harus siap, jauh sebelum kebakaran bikin embung-embung, belum ada kebakaran bikin pompa-pompa-pompa siapkan semua itu,” tegasnya.
Langkah tersebut menjadi penting karena kebakaran di kawasan gambut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kebakaran pada lahan biasa. Api di lahan gambut dapat menjalar dan bertahan di bawah permukaan sehingga proses pemadaman membutuhkan strategi dan sumber daya yang memadai.
Pengelolaan Gambut Perlu Pendekatan Ilmiah
Selain membahas pencegahan karhutla, Presiden Prabowo juga membuka pembahasan mengenai kemungkinan pemanfaatan lahan gambut secara produktif. Namun, pemanfaatan tersebut tetap membutuhkan kajian yang tepat agar tidak mengganggu fungsi ekologis gambut.
Karena itu, Presiden meminta para akademisi memberikan solusi berbasis penelitian dan ilmu pengetahuan.
“Tapi dengan gambut kalau bisa ada jawaban ilmiah, a scientific solution,” tutur Presiden.
Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dinilai penting karena pengelolaan gambut berkaitan dengan kondisi hidrologis, karakteristik tanah, tata kelola air, vegetasi, serta potensi terjadinya kebakaran. Kebijakan yang diambil perlu mempertimbangkan berbagai faktor tersebut secara menyeluruh.
Diskusi Presiden Prabowo bersama para akademisi menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kebijakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga mendorong sistem mitigasi yang lebih terencana.
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Gambut dan Mangrove
Masukan dari para akademisi selanjutnya akan menjadi bahan dalam memperkuat pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove. Salah satu perhatian utama adalah bagaimana mencegah kebakaran di lahan gambut agar tidak terus berulang setiap tahun.
Presiden Prabowo menilai pencegahan harus menjadi prioritas. Kesiapan petugas, sarana pemadaman, embung, pompa, hingga strategi pengelolaan kawasan perlu dibangun sebelum musim kebakaran tiba.
Dengan pendekatan tersebut, penanganan karhutla diharapkan tidak lagi hanya bersifat reaktif ketika api sudah meluas. Pemerintah ingin membangun sistem yang lebih siap, mulai dari pemetaan risiko, mitigasi fisik, kesiapan personel hingga penggunaan hasil penelitian sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Bagi Indonesia, pengelolaan gambut memiliki arti penting karena ekosistem ini memiliki fungsi lingkungan sekaligus menghadapi risiko kebakaran yang membutuhkan penanganan khusus. Oleh sebab itu, keterlibatan akademisi dan lembaga riset diharapkan dapat menghasilkan solusi yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Presiden Prabowo pun menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap masukan para pakar dalam mencari solusi terbaik. Dengan dukungan ilmu pengetahuan, kesiapan di lapangan, serta mitigasi yang dilakukan sejak dini, pemerintah berupaya memperkuat pencegahan karhutla sekaligus membangun tata kelola gambut yang lebih baik dan berkelanjutan.
(Team Indotorial)


