INDOTORIAL.COM - Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terus menjadi perhatian serius pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi perekonomian nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya konsolidasi seluruh ekosistem ekonomi syariah agar mampu tumbuh lebih kuat dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.
Komitmen tersebut disampaikan Wapres Gibran saat menerima audiensi jajaran Pimpinan Menara Syariah di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk menyatukan berbagai elemen dalam sektor ekonomi dan keuangan syariah yang selama ini berkembang secara paralel.
Komisaris Menara Syariah, Harianto Solichin, menjelaskan bahwa Wapres menaruh perhatian besar terhadap perlunya penguatan koordinasi lintas sektor. Menurutnya, Wapres menekankan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi yang solid antar pemangku kepentingan.
“Pak Wapres menyampaikan bahwa saat ini beliau memang akan mengonsolidasikan semua aspek daripada keuangan syariah,” ujar Harianto kepada awak media usai audiensi.
Lebih lanjut, Harianto mengungkapkan bahwa Wapres Gibran juga menyatakan komitmennya untuk melibatkan seluruh stakeholder ekonomi syariah, mulai dari sektor keuangan, sektor riil, hingga keuangan sosial. Langkah ini dinilai penting agar potensi besar ekonomi syariah nasional dapat terintegrasi secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Beliau menyampaikan komitmen untuk memanggil para stakeholder dari ekonomi syariah,” tambah Harianto.
Dalam kesempatan tersebut, Menara Syariah memaparkan visi dan misi lembaga kepada Wapres, termasuk perannya sebagai ekosistem yang menjembatani berbagai sektor dalam ekonomi dan keuangan syariah nasional. Menurut Harianto, ekosistem syariah mencakup spektrum yang sangat luas, tidak hanya terbatas pada perbankan atau lembaga keuangan semata.
“Kalau di dunia keuangan ada bank, asuransi, dan lembaga keuangan syariah. Dari sisi sektor riil ada industri halal, perjalanan haji dan umrah. Sementara dari sisi social finance ada wakaf, zakat, dan instrumen keuangan sosial lainnya,” jelasnya.
Menara Syariah diharapkan dapat menjadi simpul kolaborasi yang menghubungkan seluruh elemen tersebut. Dengan integrasi yang kuat antara pembiayaan syariah, industri halal, layanan haji dan umrah, serta keuangan sosial Islam, Menara Syariah diyakini mampu berkontribusi signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif.
Sebagai tambahan informasi, Menara Syariah sebelumnya juga telah memperoleh arahan strategis dari Wakil Presiden periode 2019–2024, Ma’ruf Amin. Arahan tersebut menekankan penguatan peran Menara Syariah sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional, sekaligus mendukung Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.
Turut hadir dalam audiensi ini antara lain Support Group Menara Syariah Dian Windaryati serta Relationship Coordinator Menara Syariah Kamilia Miftahul Jannah. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku ekonomi syariah demi mendorong pembangunan ekonomi nasional yang lebih adil dan berkelanjutan.
(Indotorial.com)
