Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Soroti Tantangan Komunikasi Publik di Era Disrupsi Media Digital

30 Januari 2026, 15:43 WIB

 

Wapres Gibran Soroti Tantangan Komunikasi Publik di Era Disrupsi Media Digital

INDOTORIAL.COM - Tangerang – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyoroti tantangan besar komunikasi publik di tengah derasnya disrupsi media digital, terutama dalam menjangkau generasi muda yang kini memiliki pola konsumsi informasi semakin beragam dan tidak konvensional. Hal tersebut disampaikan Wapres saat berdialog dengan jajaran manajemen dan redaksi B Universe dalam kunjungan ke Kantor Pusat BTV di Kompleks Superblok Tokyo HUB, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (29/1/2026).


Dalam dialog tersebut, Wapres menegaskan pentingnya pemerintah untuk terus beradaptasi dengan perubahan lanskap media yang sangat dinamis. Pernyataan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan strategi komunikasi publik yang adaptif, transparan, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat di era transformasi digital.


Presiden, kata Wapres, menekankan bahwa kehadiran negara di ruang komunikasi modern menjadi kunci untuk membangun optimisme publik, menangkal hoaks, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Dalam konteks ini, media memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan publik.


Wapres Gibran secara khusus mengapresiasi keberanian B Universe yang lahir dan berkembang di tengah era disrupsi media, ketika pola konsumsi informasi masyarakat berubah dengan sangat cepat.


“B Universe ini memang lahir pada saat disrupsi. Saya kira itu sebuah keberanian dan juga kenekatan dari B Universe di era disrupsi,” ujar Wapres.


Menghadapi perubahan tersebut, Gibran mengungkapkan bahwa pemerintah juga terus bereksperimen dengan berbagai format komunikasi baru. Ia mengaku aktif mencoba pendekatan komunikasi yang lebih cair dan tidak kaku, seperti monolog digital hingga podcast di berbagai kanal, meskipun sering kali tidak terikat skrip atau aturan formal.


“Satu tahun terakhir ini kami juga mencoba melakukan monolog. Kita coba ikut podcast di channel-channel yang sebenarnya nggak jelas,” ungkapnya sambil tersenyum.


Ia bahkan mencontohkan pengalamannya mengikuti sebuah podcast nonkonvensional yang awalnya diragukan efektivitasnya, namun justru berhasil menjangkau jutaan audiens.


“Yang di Bebek Carok itu, kemarin kan nggak jelas, nggak ada skripnya. Tapi ternyata nyampe ke orang-orang. Ramai, sampai tiga juta penonton,” katanya.


Menurut Wapres, fenomena tersebut menunjukkan bahwa ruang komunikasi publik saat ini semakin luas dan beragam. Pemerintah, kata dia, tidak bisa lagi terpaku pada pola komunikasi lama, melainkan harus terbuka terhadap pendekatan baru yang lebih relevan dengan karakter audiens, khususnya generasi muda.


Meski demikian, Wapres menegaskan bahwa media konvensional tetap memiliki peran yang sangat penting dan tidak bisa ditinggalkan. Media arus utama dinilai tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.


“Kita nggak mungkin ninggalin media konvensional. Ini tetap jadi corongnya pemerintah. Pemberitaan yang objektif dan narasi optimisme harus terus digaungkan,” tegasnya.


Menutup dialog, Wapres menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar B Universe atas kontribusinya dalam mengawal komunikasi publik pemerintah di tengah berbagai tantangan global, mulai dari geopolitik hingga perubahan iklim.


“Tantangan ke depan masih banyak. Urusan geopolitik, climate change, dan lainnya. Ini jadi tantangan kita bersama,” pungkasnya.


Sebelumnya, Executive Chairman B Universe Enggartiasto Lukita menegaskan komitmen perusahaannya untuk menghadirkan pemberitaan yang positif, santun, dan konstruktif. Menurutnya, berbagai persoalan nasional tetap disampaikan secara apa adanya, namun dikemas dengan bahasa yang tidak provokatif dan bertujuan sebagai masukan bagi pemerintah.


Seiring pertumbuhan B Universe di berbagai platform digital seperti YouTube, media sosial, dan podcast, Enggartiasto memastikan bahwa seluruh konten tetap berpegang teguh pada etika jurnalistik, meskipun dikemas dengan format yang lebih longgar dan adaptif terhadap perkembangan zaman.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas