Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Tinjau Proyek PSEL Keramasan Palembang, Siap Olah 1.000 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik Hijau

17 Juli 2026, 20:43 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Proyek PSEL Keramasan Palembang, Siap Olah 1.000 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik Hijau

INDOTORIAL.COM - PALEMBANG – Komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional terus diwujudkan melalui pembangunan berbagai infrastruktur ramah lingkungan. Salah satu proyek strategis yang menjadi perhatian adalah Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Keramasan di Kota Palembang, Sumatra Selatan.


Sebagai bentuk pengawasan terhadap percepatan pembangunan proyek tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung progres pembangunan PSEL Keramasan pada Kamis (16/7/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pengelolaan lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan energi bersih di Indonesia.


Dalam peninjauan tersebut, Wapres memastikan pembangunan fasilitas berjalan sesuai target sehingga dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan yang terus meningkat.


Selama berada di lokasi, Wapres meninjau sejumlah fasilitas utama yang menjadi bagian dari sistem operasional PSEL Keramasan. Ia juga menerima paparan mengenai mekanisme pengolahan sampah yang akan diterapkan setelah fasilitas mulai beroperasi.


Manajer Operasional PSEL Keramasan, Satriawan Kirana, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari. Teknologi yang digunakan adalah Moving Grate Incinerator dengan kapasitas 2 x 500 ton per hari, yang dinilai mampu mengurangi volume sampah dalam jumlah besar secara efektif.


Menurut Satriawan, fokus utama operasional PSEL Keramasan bukan hanya menghasilkan listrik, tetapi juga memaksimalkan proses pemusnahan dan reduksi sampah secara massal sehingga persoalan penumpukan sampah di Kota Palembang dapat ditekan secara signifikan.


"Ke depan, kita adalah memusnahkan dan mereduksi sampah secara massal," ujar Satriawan.


Ia menambahkan, dari kapasitas pengolahan sebanyak 1.000 ton sampah setiap hari, fasilitas tersebut mampu menghasilkan sekitar 17,7 megawatt energi hijau yang akan disalurkan ke jaringan utama kelistrikan Kota Palembang.


"Dengan 1.000 ton sampah, kita menghasilkan 17,7 megawatt energi hijau. Kelistrikan hijau ini kita sambungkan ke jaringan utama Kota Palembang. Jadi sampahnya dari Palembang, kita kembalikan dalam bentuk kelistrikan hijau ke Kota Palembang," jelasnya.


Teknologi waste to energy yang diterapkan di PSEL Keramasan diharapkan menjadi solusi ganda, yakni mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi listrik ramah lingkungan. Konsep ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat transisi menuju energi bersih serta mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil.


Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran juga menaruh perhatian pada pengelolaan residu hasil pembakaran sampah, khususnya abu yang dihasilkan dari proses insinerasi.


Menjawab pertanyaan Wapres, Satriawan menjelaskan bahwa abu tersebut akan melalui proses pengolahan khusus sehingga tidak lagi dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Setelah melalui proses tersebut, residu justru dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan.


"Jadi kita kedepankan adalah pemusnahan, mereduksi sampah secara massal. Abu-nya nanti kita treatment sehingga bukan menjadi limbah B3 lagi, itu nanti banyak kegunaannya Pak," katanya.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa abu hasil pembakaran nantinya dapat dimanfaatkan sebagai material konstruksi, seperti bahan timbunan reklamasi hingga bahan baku pembuatan konblok. Pemanfaatan residu ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, minim limbah, sekaligus memiliki nilai ekonomi.


Dari sisi pembangunan, proyek PSEL Keramasan menunjukkan progres yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan konsultan supervisi dan manajemen konstruksi per 30 Juni 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 89,16 persen.


Dengan capaian tersebut, fasilitas ini ditargetkan dapat selesai pada Oktober 2026 sebelum memasuki tahap operasional penuh.


Kehadiran PSEL Keramasan diharapkan menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Palembang. Selain mampu mengurangi volume sampah yang selama ini berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), fasilitas ini juga akan menghasilkan energi listrik hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat.


Ke depan, keberadaan PSEL Keramasan diharapkan tidak hanya mendukung terciptanya kota yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga menjadi contoh pengembangan sistem pengelolaan sampah modern yang berorientasi pada ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.


Turut mendampingi Wapres Gibran dalam peninjauan tersebut yakni Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, General Manager UPT PLN Aris Sofian Hidayat, Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas