INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di Indonesia secara terpusat dari Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026). Peresmian tersebut menjadi penanda komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air sekaligus menegaskan pentingnya persatuan sebagai fondasi pembangunan nasional.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak dapat terwujud secara instan. Menurutnya, kemajuan dan kemakmuran Indonesia hanya dapat dicapai melalui kerja keras, semangat kebersamaan, serta tekad untuk terus membangun dari berbagai sektor.
"Inilah namanya pembangunan bangsa. Ini namanya kebangkitan bangsa. Pembangunan bangsa, kebangkitan bangsa bukan jatuh dari langit. Kemakmuran tidak ada di pohon, jatuh dari langit, tidak. Kemakmuran kerja besar, kerja keras, kerja bersatu," ujar Presiden Prabowo.
Presiden menilai keberadaan lima bendungan yang diresmikan tersebut bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan pembangunan yang telah dirancang dalam jangka panjang demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Persatuan Jadi Fondasi Kemajuan Indonesia
Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan bangsa-bangsa yang mampu berkembang pesat adalah bangsa yang menjaga persatuan, terutama di kalangan para pemimpin.
Menurut Presiden, persatuan di tingkat kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sekaligus memastikan pembangunan berjalan secara berkesinambungan.
"Dari sejarah saya belajar bahwa bangsa yang berhasil adalah bangsa yang elitnya, pemimpin-pemimpinnya bersatu. Harus legowo," kata Presiden.
Ia menegaskan, pembangunan nasional tidak hanya membutuhkan anggaran maupun teknologi, tetapi juga membutuhkan kekompakan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.
Prabowo Tegaskan Korupsi Hambat Kemakmuran Bangsa
Selain menyoroti pentingnya persatuan, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian serius terhadap upaya pemberantasan korupsi. Ia menilai praktik korupsi dan berbagai bentuk kebocoran anggaran masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.
Menurut Presiden, cita-cita menuju Indonesia makmur akan sulit dicapai apabila penyimpangan dalam tata kelola pemerintahan masih terus terjadi.
"Indonesia tidak mungkin makmur kalau korupsi masih merajalela. Indonesia tidak mungkin makmur kalau banyak kebocoran," tegasnya.
Karena itu, Presiden mengajak seluruh aparatur negara, mulai dari kementerian, lembaga, hingga birokrasi di berbagai tingkatan untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Ia meminta seluruh penyelenggara negara memperbaiki kinerja, meningkatkan integritas, serta mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan yang diambil.
Aparat Negara Diminta Mawas Diri
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga mengingatkan seluruh aparat pemerintah agar tidak mengabaikan aspirasi masyarakat. Ia menekankan bahwa rakyat menginginkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik penyelewengan.
Presiden meminta seluruh pejabat negara melakukan evaluasi terhadap kinerja masing-masing dan tidak mempertahankan kebiasaan yang merugikan kepentingan publik.
"Saya selalu berpesan kepada aparat negara, kepada petugas-petugas negara yang ada di pemerintahan, yang ada di birokrasi, di setiap kementerian, di setiap lembaga, marilah kita bersama-sama benahi diri, perbaiki diri. Saya tidak mau lihat ke belakang, tapi saya mohon perbaiki diri. Mawas diri, jangan melawan kehendak rakyat. Rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan. Rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan," tegas Presiden.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Ajak Seluruh Rakyat Cintai Tanah Air
Menutup sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menumbuhkan rasa cinta kepada Tanah Air sebagai modal utama dalam menjaga persatuan, kedaulatan, dan masa depan bangsa.
Menurut Presiden, kecintaan terhadap Indonesia harus diwujudkan melalui semangat gotong royong, menjaga persatuan, serta mendukung pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Hanya dengan cinta tanah air, berarti kita cinta bangsa Indonesia. Kita harus hormati dan cintai bangsa kita sendiri. Tidak ada bangsa lain yang akan menghormati kita. Tidak ada bangsa lain yang akan kasihan sama kita," ujar Presiden.
Peresmian lima bendungan yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, NTB, diharapkan mampu memperkuat ketahanan air nasional, mendukung sektor pertanian, meningkatkan pasokan air baku, serta menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Di saat yang sama, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh hadirnya infrastruktur, tetapi juga oleh persatuan nasional, pemerintahan yang bersih, dan komitmen seluruh elemen bangsa untuk bekerja bersama demi kemajuan Indonesia.
(Indotorial.com)
