Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Resmi Luncurkan Biodiesel B50, Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia Terapkan Mandatori B50

12 Juli 2026, 20:56 WIB

 

Prabowo Resmi Luncurkan Biodiesel B50, Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia Terapkan Mandatori B50

INDOTORIAL.COM - KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 dalam acara bertajuk "Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional" yang digelar di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Peluncuran Biodiesel B50 ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya alam dalam negeri.


Program Biodiesel B50 dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor, sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada energi yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


Sebelum mengikuti seremoni peluncuran, Presiden Prabowo meninjau Walk-in Gallery yang menampilkan berbagai informasi teknis mengenai Biodiesel B50. Peninjauan tersebut memberikan gambaran mengenai proses produksi, manfaat, hingga implementasi bahan bakar berbasis minyak sawit tersebut dalam mendukung kebutuhan energi nasional.


Setelah itu, Presiden menuju lokasi utama acara yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, serta laporan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.


Dalam laporannya, Menteri Bahlil menegaskan bahwa peluncuran Biodiesel B50 merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan kedaulatan energi sebagaimana tertuang dalam visi Asta Cita Presiden Prabowo.


Menurutnya, implementasi mandatori Biodiesel B50 menjadi langkah besar karena Indonesia kini tidak lagi bergantung pada impor produk solar.


"Hari ini kita tidak hanya meluncurkan B50, tapi kita juga mengambil suatu langkah besar menuju Indonesia yang makin berdaulat di sektor energi sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden," ujar Bahlil.


Ia menjelaskan, selama ini konsumsi solar nasional berada pada kisaran 38 hingga 40 juta kiloliter per tahun. Dari jumlah tersebut, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 3 hingga 4 juta kiloliter solar setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.


Namun, melalui implementasi Program Mandatori Biodiesel B50, kebutuhan impor tersebut kini berhasil dihentikan.


"Awalnya kita itu masih impor kurang lebih sekitar 3 sampai 4 juta kiloliter per tahun. Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita dan ini adalah pertama kali," ungkapnya.


Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori Biodiesel B50. Menurut Presiden, capaian tersebut bukan hanya menjadi keberhasilan dari sisi teknologi, tetapi juga menunjukkan kemampuan bangsa dalam mengelola sumber daya alam secara mandiri demi kesejahteraan masyarakat.


"Dengan diluncurkan program ini, Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Ini bukan sekadar pencapaian teknologi, ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri. Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi," kata Presiden Prabowo.


Presiden menilai pemanfaatan energi berbasis bahan baku dalam negeri merupakan langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor. Kebijakan tersebut juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi sektor perkebunan, industri hilir, hingga meningkatkan kesejahteraan petani sawit.


Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.


Dengan mengucapkan basmalah, Presiden kemudian menekan tombol sirene sebagai tanda dimulainya implementasi Program Mandatori Biodiesel B50 di Indonesia.


"Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 9 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi saya luncurkan Biodiesel B50," ucap Presiden.


Peluncuran Biodiesel B50 menjadi babak baru dalam upaya Indonesia mencapai swasembada energi. Selain memperkuat ketahanan energi nasional, kebijakan ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam secara optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


Dengan diterapkannya mandatori Biodiesel B50, Indonesia tidak hanya memperkuat posisi sebagai negara yang mandiri di sektor energi, tetapi juga menjadi pelopor dalam pemanfaatan bahan bakar nabati di tingkat global. Langkah ini diharapkan mampu mendorong efisiensi penggunaan energi, mengurangi impor bahan bakar, meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional, serta memperkokoh kedaulatan energi Indonesia di masa mendatang.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas