INDOTORIAL.COM - PALEMBANG – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming kembali meninjau progres pembangunan Jembatan Musi V yang menjadi bagian penting dari proyek Jalan Tol Palembang–Betung di Sumatra Selatan (Sumsel), Kamis (16/7/2026). Kunjungan ini menjadi kali kedua dilakukan Wapres setelah sebelumnya meninjau proyek yang sama pada September 2025.
Peninjauan tersebut menjadi bentuk pengawasan langsung pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur strategis nasional sekaligus menunjukkan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), khususnya ruas Palembang–Betung.
Executive Vice President Divisi Pembangunan Jalan Tol PT Hutama Karya (Persero), Dwi Aryono Bayuaji, mengatakan Wapres memberikan apresiasi atas percepatan pembangunan yang telah dicapai, terutama pada konstruksi Jembatan Musi V yang kini telah memasuki tahap penyambungan struktur utama.
"Beliau mengapresiasi terkait dengan yang sudah kita lakukan, percepatan, khususnya di Jembatan Musi V. Terakhir kunjungan beliau itu di September 2025, kemudian melakukan kunjungan lagi pada saat ini di Juli 2026 dan pada saat ini posisi sudah tersambung," ujar Dwi.
Menurutnya, Wapres juga menekankan pentingnya percepatan penyelesaian proyek Jalan Tol Palembang–Betung agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatra Selatan.
Tol Palembang–Betung Pangkas Waktu Tempuh Hingga 60 Persen
Dwi menjelaskan, keberadaan Jalan Tol Palembang–Betung akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi perjalanan. Selama ini, perjalanan dari Palembang menuju Betung dengan jarak sekitar 80 kilometer membutuhkan waktu sekitar tiga jam melalui jalur nasional.
Namun, setelah jalan tol sepanjang 69 kilometer tersebut beroperasi, waktu tempuh diperkirakan hanya sekitar satu jam.
"Manfaat jalan tol ini, itu memangkas waktu perjalanan. Secara waktu tempuh yang biasanya 80 km ditempuh dengan waktu sekitar 3 jam, kalau lewat jalan tol dari Palembang ke Betung sepanjang 69 km itu bisa ditempuh hanya 1 jam, artinya efisiensinya hampir 60 persen dari 3 jam ke 1 jam," jelasnya.
Efisiensi waktu tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat maupun pelaku usaha, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi yang lebih produktif di wilayah Sumatra Selatan dan sekitarnya.
Perkuat Distribusi Barang dan Dukung Ketahanan Pangan
Selain memangkas waktu perjalanan, Jalan Tol Palembang–Betung juga diproyeksikan memperlancar distribusi logistik serta memperluas akses masyarakat ke berbagai pusat kegiatan ekonomi.
Dwi mengatakan, infrastruktur jalan tol menjadi salah satu faktor penting dalam menekan biaya distribusi barang, termasuk mempercepat pengiriman hasil pertanian dan komoditas unggulan daerah.
"Tentu ini juga melancarkan terkait dengan distribusi barang, di mana salah satu Asta Cita kan untuk memperlancar arus barang. Untuk apa? Ketahanan pangan, itu juga bisa tersampaikan di situ," ungkapnya.
Dengan konektivitas yang semakin baik, biaya logistik diharapkan dapat ditekan sehingga daya saing produk daerah meningkat. Di sisi lain, distribusi kebutuhan pokok dan hasil pertanian menjadi lebih cepat, efisien, dan merata.
Pemerintah menilai pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat investasi, membuka akses kawasan industri, hingga mendukung pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
Target Rampung Bertahap Hingga Awal 2027
PT Hutama Karya menargetkan konstruksi Jembatan Musi V dapat diselesaikan pada triwulan IV 2026. Sementara itu, pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung secara keseluruhan ditargetkan rampung pada triwulan I 2027.
Setelah beroperasi, ruas tol ini diharapkan menjadi salah satu penghubung utama di Sumatra Selatan yang mendukung kelancaran arus lalu lintas, mempercepat distribusi logistik, dan meningkatkan efisiensi transportasi bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres Gibran didampingi Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan Panji Krisna Wardana, Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar, serta Staf Khusus Wapres Achmad Adhitya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan infrastruktur strategis nasional berjalan sesuai target. Dengan percepatan penyelesaian Jembatan Musi V dan Jalan Tol Palembang–Betung, pemerintah berharap manfaat ekonomi, efisiensi logistik, serta peningkatan konektivitas dapat segera dirasakan masyarakat Sumatra Selatan dan mendukung pengembangan jaringan Jalan Tol Trans Sumatra secara menyeluruh.
(Indotorial.com)
