Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Tinjau Lokasi Tanah Bergerak di Tegal, Tegaskan Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama

6 Februari 2026, 15:58 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Lokasi Tanah Bergerak di Tegal, Tegaskan Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama

INDOTORIAL.COM - Tegal – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung kondisi pengungsi dan lokasi terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Jumat (6/2/2026). Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan pascabencana.


Dalam kunjungannya ke Posko Pengungsi Majelis Az Zikir Wa Rotibain, Wapres Gibran menekankan bahwa keselamatan jiwa warga merupakan prioritas utama pemerintah. Ia meminta warga untuk tidak memaksakan diri kembali ke rumah masing-masing, mengingat kondisi tanah di lokasi terdampak masih sangat labil dan berisiko tinggi.


“Tadi saya naik motor melihat langsung lokasi. Aspal sudah terbuka dan tanah masih bergerak. Ini sangat berbahaya, rumah bisa roboh kapan saja. Saya minta Bapak dan Ibu jangan paksakan kembali ke sana,” ujar Wapres di hadapan para pengungsi.


Selain soal keselamatan, Wapres Gibran juga memberikan jaminan penuh kepada warga yang kehilangan dokumen penting akibat bencana, seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, maupun Kartu Keluarga (KK). Ia menginstruksikan instansi terkait untuk mempercepat proses pengurusan dokumen pengganti.


“Sertifikat atau akta yang hilang nanti langsung diurus, satu hari jadi. Bapak Ibu tidak perlu risau,” tegasnya.


Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan. Wapres secara langsung meminta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman agar memastikan kebutuhan lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta penyandang disabilitas terpenuhi dengan baik. Ia menekankan pentingnya ketersediaan layanan kesehatan, termasuk tim medis dan obat-obatan yang siaga selama 24 jam di lokasi pengungsian.


Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan skema relokasi bagi warga terdampak ke kawasan yang lebih aman. Hunian yang disediakan pemerintah dapat ditempati secara gratis oleh warga.


“Panjenengan-panjenengan sudah disiapkan rumah yang nanti ditempati oleh Bapak-Ibu sekalian. Tempat berikut rumahnya sudah kita siapkan gratis, nggak usah bayar,” kata Luthfi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang bersedia direlokasi demi keselamatan bersama.


Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan bahwa bencana tanah bergerak ini berdampak pada 464 rumah warga, dengan 250 rumah di antaranya mengalami kerusakan berat. Saat ini, tercatat sebanyak 2.426 jiwa mengungsi di empat posko utama yang telah disiapkan pemerintah daerah.


Bupati menambahkan, Pemkab Tegal telah menyiapkan rencana relokasi ke lahan milik Perhutani yang dinilai lebih stabil dan aman. “Kami mohon dukungan izin dan bantuan pembangunan hunian sementara (Huntara) dari pemerintah pusat,” lapornya kepada Wapres.


Di sisi lain, kisah para pengungsi turut menggambarkan dampak psikologis dari bencana ini. Nur Halimah (35), salah satu warga terdampak, menceritakan detik-detik mencekam saat rumahnya hancur pada Selasa malam. Kini, ia tinggal di tenda pengungsian bersama anaknya yang berusia lima tahun dan berharap segera mendapatkan hunian layak di lokasi yang aman.


Wapres Gibran juga menyempatkan diri meninjau kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang dilakukan oleh Polwan Polres Tegal. Kegiatan ini bertujuan memulihkan semangat dan rasa aman anak-anak pascabencana.


Kunjungan kerja Wapres diakhiri dengan peninjauan dapur umum serta posko kesehatan. Wapres kembali menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi serta proses penanganan pascabencana berjalan cepat dan tepat, agar warga terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan yang aman dan layak.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas