Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI, Targetkan Pengelolaan Sampah Terintegrasi Nasional

2 Februari 2026, 15:48 WIB

 

Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI, Targetkan Pengelolaan Sampah Terintegrasi Nasional

INDOTORIAL.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara serius, terstruktur, dan terintegrasi. Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).


Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo mengumumkan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai gerakan nasional lintas sektor. Program ini dirancang untuk membangun budaya hidup bersih, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus menjawab persoalan sampah yang semakin kompleks di berbagai daerah.


“Resik itu artinya bersih, tertib, dan sebagainya. Ini bukan sekadar nama, tapi wujud nyata. Semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah juga enggak apa-apa, pagi-pagi 10 menit atau 15 menit. Kalau ratusan ribu orang bergerak, dampaknya cepat,” ujar Presiden Prabowo.


Ancaman Overkapasitas TPA Nasional


Presiden mengungkapkan bahwa persoalan sampah telah berada pada level krusial. Berdasarkan proyeksi pemerintah, hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diperkirakan akan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada tahun 2028, bahkan di beberapa wilayah bisa terjadi lebih cepat.


“Sampah ini menjadi masalah. Diproyeksikan hampir semua TPA akan overcapacity pada 2028, bahkan mungkin lebih cepat,” tegasnya.


Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, kualitas hidup, serta daya saing pariwisata nasional.


34 Proyek Waste to Energy Mulai Dibangun


Sebagai solusi konkret, Presiden Prabowo memastikan pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy (pengolahan sampah menjadi energi) di 34 kota besar di Indonesia pada tahun ini. Proyek ini diharapkan mampu mengurangi beban TPA sekaligus menghasilkan energi ramah lingkungan.


Menurut Presiden, penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.


“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung. Ini 34 proyek, kita segera mulai. Begitu ada anggaran, kita arahkan ke sini. Bagaimana kita mau jual pariwisata kalau lingkungan kita jorok dan kotor,” katanya.


Gagasan “Gentengisasi” untuk Lingkungan Lebih Indah


Selain pengelolaan sampah, Presiden Prabowo juga memperkenalkan gagasan proyek gentengisasi sebagai bagian dari upaya memperindah kawasan permukiman. Presiden menyoroti penggunaan atap seng yang masih luas di berbagai daerah dan dinilai kurang estetis serta berdampak pada kenyamanan hunian.


“Seng itu panas untuk penghuni, mudah berkarat. Tidak mungkin Indonesia indah kalau semua atap dari seng,” ucap Presiden.


Ia berharap dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan, wajah permukiman di Indonesia dapat berubah lebih rapi, sehat, dan estetis. Presiden bahkan menegaskan bahwa karat bukan simbol kemajuan bangsa.


“Karat itu lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan. Indonesia harus bangkit, harus kuat, harus indah. Rakyat kita harus bahagia,” tandasnya.


Melalui Gerakan Indonesia ASRI, proyek waste to energy, dan program gentengisasi, pemerintah menargetkan transformasi lingkungan nasional yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih nyaman ditinggali dan kompetitif di mata dunia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas