INDOTORIAL.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Provinsi Jawa Timur pada Sabtu, 7 Februari 2026, dalam rangka kunjungan kerja sekaligus menghadiri agenda keagamaan nasional. Kepala Negara bersama rombongan terbatas mendarat di Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, sekitar pukul 18.40 WIB.
Kedatangan Presiden Prabowo berlangsung di tengah rintik hujan yang menyelimuti kawasan Malang Raya. Meski cuaca kurang bersahabat, penyambutan tetap berlangsung dengan khidmat. Sejumlah pejabat daerah dan unsur TNI-Polri tampak hadir langsung menyambut Kepala Negara. Mereka di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, serta Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara.
Setelah prosesi penyambutan singkat di bandara, Presiden Prabowo beserta rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju hotel tempatnya bermalam. Kunjungan ke Jawa Timur ini memiliki agenda utama pada keesokan harinya, yakni menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), sebuah kegiatan spiritual dan kebangsaan yang sarat makna historis.
Mujahadah Kubro Satu Abad NU merupakan refleksi perjalanan panjang Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam sejarah perjuangan bangsa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang doa bersama, tetapi juga momentum konsolidasi nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan pesantren yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Indonesia.
Mengusung tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, Kontribusi, dalam Mengembangkan Peradaban”, Mujahadah Kubro ini dirancang untuk mencapai lima tujuan strategis. Pertama, sebagai wadah konsolidasi jam’iyyah NU agar tetap solid dan adaptif menghadapi tantangan zaman. Kedua, meningkatkan pemahaman serta pelestarian budaya pesantren sebagai fondasi pendidikan dan moral bangsa.
Tujuan ketiga adalah mendorong pengembangan budaya dan peradaban yang berakar pada nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Keempat, memperkuat komitmen kebangsaan NU dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sementara tujuan kelima adalah menjaga serta melestarikan tradisi dan spiritualitas sebagai penopang kehidupan sosial dan kebangsaan.
Lebih luas lagi, kelima tujuan tersebut berorientasi pada penguatan peran NU dalam mendukung keberlangsungan bangsa di tengah dinamika global yang terus berubah. Dalam konteks ini, Mujahadah Kubro tidak hanya dimaknai sebagai agenda keagamaan, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan harapan nasional.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Mujahadah Kubro Satu Abad NU menjadi simbol kuat sinergi antara negara dan kekuatan masyarakat sipil berbasis keagamaan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, kegiatan ini diharapkan menjadi doa bersama untuk kelancaran agenda pembangunan nasional, stabilitas politik, serta keteguhan Indonesia dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa.
Dengan kunjungan ini, Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai pusat penting kegiatan keagamaan dan kebangsaan, sekaligus menjadi saksi pertemuan nilai spiritual, tradisi, dan arah masa depan Indonesia.
(Indotorial.com)
