Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Tinjau Posko Pengungsian Banjir Aceh Tamiang, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

2 Februari 2026, 15:35 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Posko Pengungsian Banjir Aceh Tamiang, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

INDOTORIAL.COM - Aceh Tamiang – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melanjutkan agenda kunjungan kerjanya di Kabupaten Aceh Tamiang dengan meninjau posko pengungsian korban banjir yang berlokasi di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, pada Jumat (30/01/2026). Kunjungan ini dilakukan usai Wapres meninjau kondisi dan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang.


Peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa para pengungsi mendapatkan penanganan yang optimal, sekaligus memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak banjir, seperti pangan, kesehatan, dan tempat tinggal sementara, terpenuhi secara memadai selama masa pengungsian.


Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan agar penanganan pascabencana dilakukan secara cepat, tepat, dan berpihak kepada rakyat, terutama bagi kelompok rentan yang paling terdampak bencana alam.


Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 26 Januari 2026, banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang telah menimbulkan dampak yang sangat luas. Tercatat sebanyak 101 orang meninggal dunia, 18 orang mengalami luka-luka, dan hampir 292 ribu jiwa terdampak. Selain itu, 216 gampong (desa/kelurahan) di 12 kecamatan terendam banjir, dengan lebih dari 6.000 warga hingga kini masih mengungsi di 58 titik posko pengungsian.


Dalam kunjungannya, Wapres Gibran meninjau langsung kondisi para pengungsi yang telah tinggal di posko selama lebih dari dua bulan. Ia juga berdialog dengan warga untuk mendengarkan langsung keluhan serta kebutuhan mendesak yang masih dirasakan di lapangan.


Pada kesempatan tersebut, Wapres menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. Menurutnya, percepatan pembangunan huntara menjadi prioritas agar masyarakat dapat segera menempati tempat tinggal yang aman, layak, dan manusiawi, sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.


Salah seorang pengungsi, Sri Utami (38), warga Desa Bundar, mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya belum memiliki tempat tinggal setelah rumahnya roboh akibat terjangan banjir dan tertimbun lumpur setinggi pinggang.

“Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan huntara sesegera mungkin, sebelum bulan Ramadan,” ujarnya penuh harap.


Selain meninjau kondisi posko, Wapres Gibran juga menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako serta mainan untuk anak-anak. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para pengungsi sekaligus memberikan dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana.


Penyerahan bantuan tersebut turut didampingi oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, bersama perwakilan 100 Musisi dan Pekerja Seni Heal Sumatra, termasuk Tompi, yang turut memberikan dukungan moral bagi para korban banjir.


Turut mendampingi Wapres dalam peninjauan ini antara lain Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Kepala BNPB Suharyanto, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Rifky Harsya, serta Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal Z.A.


Kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan pascabencana serta memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat Aceh Tamiang yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana banjir.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas