INDOTORIAL.COM - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Glenny Kairupan, bersama jajaran petinggi produsen pesawat asal Brasil, Embraer, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 2 Februari 2026. Pertemuan tersebut menjadi ajang diskusi strategis terkait perkembangan industri penerbangan global, khususnya kemajuan teknologi pesawat dan penguatan ekosistem aviasi di Indonesia.
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai namun sarat substansi. Fokus pembahasan mencakup dinamika industri penerbangan nasional dan internasional, serta tantangan yang dihadapi maskapai nasional di tengah pesatnya inovasi teknologi pesawat terbang.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyampaikan bahwa diskusi bersama Presiden Prabowo lebih banyak membahas gambaran besar industri penerbangan saat ini dan masa depan. Menurutnya, perkembangan teknologi pesawat global berlangsung sangat cepat dan menuntut kesiapan seluruh pelaku industri, termasuk maskapai nasional.
“Bicara-bicara, ngobrol-ngobrol tentang penerbangan, lah. Penerbangan di Indonesia, tentang Garuda, tentang pesawat-pesawat yang super-super maju sekarang. Teknologi-teknologi yang maju, bagaimana kita harus ikut juga terlibat di dalam perkembangan-perkembangan teknologi,” ujar Glenny kepada awak media usai pertemuan.
Dalam kesempatan tersebut, Glenny menegaskan bahwa belum ada pembahasan terkait rencana pembelian pesawat baru. Ia memastikan diskusi masih berada pada tahap awal, yakni koordinasi dan pertukaran pandangan mengenai tren teknologi penerbangan global, termasuk inovasi yang dikembangkan oleh produsen pesawat seperti Embraer.
“Rencana beli belum. Kita baru koordinasi masalah teknologi-teknologi,” jelasnya.
Presiden Prabowo, lanjut Glenny, memberikan arahan agar Indonesia tidak tertinggal dalam mengikuti perkembangan teknologi dunia, khususnya di sektor strategis seperti penerbangan. Pemerintah mendorong maskapai nasional dan seluruh pemangku kepentingan industri aviasi untuk mampu beradaptasi dengan inovasi global, baik dari sisi teknologi pesawat, efisiensi operasional, hingga keberlanjutan lingkungan.
“Ya, harus ikuti perkembangan teknologi dunia,” kata Glenny menirukan arahan Presiden Prabowo.
Pertemuan antara Presiden Prabowo, Garuda Indonesia, dan Embraer ini dinilai mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong modernisasi dan transformasi sektor penerbangan nasional. Teknologi pesawat yang semakin canggih, efisien, dan ramah lingkungan menjadi isu penting di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas udara di Indonesia.
Selain itu, langkah ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam mata rantai industri aviasi global. Dengan menjalin komunikasi intensif bersama produsen pesawat dunia, Indonesia diharapkan dapat berperan lebih aktif, tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem industri penerbangan internasional.
Modernisasi sektor penerbangan nasional diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan transportasi udara, penguatan konektivitas antarwilayah, serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata nasional. Ke depan, sinergi antara pemerintah, maskapai nasional, dan mitra global menjadi kunci agar industri penerbangan Indonesia mampu tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing di tingkat global.
(Indotorial.com)
