Iklan

Iklan

,

Iklan

Prabowo–Albanese Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Australia, Fokus Ketahanan Pangan hingga Mineral Kritis

6 Februari 2026, 16:13 WIB

 

Prabowo–Albanese Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Australia, Fokus Ketahanan Pangan hingga Mineral Kritis

INDOTORIAL.COM - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Australia melalui kerja sama konkret di sejumlah sektor prioritas. Kesepakatan ini disampaikan dalam pertemuan bilateral yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).


Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo menekankan bahwa hubungan Indonesia dan Australia tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga diarahkan pada kerja sama nyata yang berdampak langsung bagi kepentingan kedua negara, terutama di bidang ketahanan pangan, investasi, pendidikan, dan tenaga kerja terampil.


Kerja Sama Pertanian untuk Ketahanan Pangan Indonesia


Salah satu fokus utama pembahasan adalah sektor pertanian. Presiden Prabowo mengundang Australia untuk mengembangkan joint venture pertanian di Indonesia maupun Australia. Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung agenda nasional Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan.


“Di bidang pertanian, saya mengundang pihak Australia untuk mengembangkan joint venture di sektor pertanian di kedua negara guna mendukung upaya Indonesia memperkuat ketahanan pangan kita,” ujar Presiden Prabowo.


Australia dikenal memiliki teknologi pertanian modern dan manajemen agribisnis yang maju. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, transfer teknologi, serta keberlanjutan sektor pangan di Indonesia.


Investasi Mineral Kritis dan Hilirisasi


Selain pertanian, Presiden Prabowo juga membuka peluang besar kerja sama di sektor hilirisasi mineral kritis, seperti nikel, tembaga, bauksit, dan emas. Indonesia mendorong investasi Australia dalam pengolahan mineral bernilai tambah, sekaligus mengajak perusahaan Indonesia berinvestasi di sektor pertambangan Australia.


Presiden Prabowo menyebut Danantara siap menjadi mitra strategis dalam skema co-investment dan bentuk kemitraan lainnya.


“Danantara siap bekerja sama dengan para mitranya di Australia untuk menjajaki peluang co-investment dan berbagai bentuk kemitraan lainnya,” tegasnya.


Langkah ini sejalan dengan upaya kedua negara memperkuat ketahanan ekonomi dan rantai pasok mineral kritis global.


Pendidikan dan Tenaga Kerja Terampil


Di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, kedua pemimpin membahas peningkatan kerja sama pelatihan bagi guru dan tenaga pengajar yang akan ditempatkan di universitas serta sekolah-sekolah baru di Indonesia. Presiden Prabowo juga mengapresiasi dukungan Australia melalui Australia Awards Garuda Scholarship.


Tak hanya itu, Presiden Prabowo mengusulkan perluasan mutual recognition agreements (MRA) untuk sertifikasi profesi. Usulan ini bertujuan membuka peluang lebih besar bagi tenaga profesional Indonesia untuk berkontribusi di Australia, sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di negara tersebut.


Penguatan Investasi dan Kerja Sama Kelautan


Sementara itu, PM Anthony Albanese menyampaikan bahwa Australia dan Indonesia telah menyepakati nota kesepahaman antara Pemerintah Australia dan Danantara. Kesepakatan ini bertujuan memperkuat pertukaran informasi dan mengidentifikasi peluang peningkatan investasi dua arah.


Menutup pertemuan, Presiden Prabowo mengundang PM Albanese untuk menghadiri Ocean Impact Summit di Bali pada Juni 2026, sebagai upaya memperkuat kerja sama kelautan dan menegaskan laut sebagai kepentingan bersama Indonesia dan Australia.


PM Albanese pun menyampaikan optimisme terhadap masa depan hubungan kedua negara. “Kita akan terus bekerja sama sebagai tetangga, dan yang lebih penting, sebagai sahabat, untuk membangun kawasan yang damai, stabil, dan makmur,” ujarnya.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas