Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI 2026

14 Agustus 2026, 21:17 WIB

 

Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI 2026

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto tiba di Gedung Nusantara, Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026), untuk menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026.


Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 08.10 WIB. Kedatangan Kepala Negara disambut langsung Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.


Kehadiran Presiden Prabowo dalam agenda kenegaraan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sidang Tahunan MPR RI juga menjadi forum bagi para pemimpin lembaga negara untuk menyampaikan refleksi mengenai perjalanan bangsa sekaligus memperkuat komitmen terhadap masa depan Indonesia.


Rangkaian Sidang Tahunan MPR RI 2026 diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, seluruh peserta sidang mengikuti prosesi mengheningkan cipta yang dipimpin Ketua MPR RI Ahmad Muzani untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.


Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi Sidang Tahunan MPR RI. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Muzani menyampaikan pidato pengantar sidang sebelum agenda berlanjut ke Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI yang pengantar sidangnya disampaikan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.


MPR Tegaskan Pentingnya Persatuan Bangsa


Dalam pidatonya, Ahmad Muzani menegaskan bahwa Sidang Tahunan MPR RI tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda konstitusional rutin. Menurutnya, forum tersebut memiliki makna penting sebagai momentum untuk kembali meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan serta keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.


“Di forum yang terhormat ini, kita bukan sekadar menghadiri sebuah upacara konstitusional. Kita sedang meneguhkan janji kepada Republik kita tercinta,” ujar Ahmad Muzani.


Ia mengatakan, janji tersebut berkaitan dengan tanggung jawab seluruh elemen bangsa untuk menjaga kemerdekaan yang telah diwariskan para pendiri bangsa. Termasuk di dalamnya menjaga agar perbedaan pilihan dan kepentingan politik tidak berkembang menjadi perpecahan di tengah masyarakat.


“Janji bahwa kemerdekaan yang kita warisi dari para pendiri bangsa akan terus kita jaga. Janji bahwa perbedaan politik tidak akan memecah belah persaudaraan kebangsaan,” tuturnya.


Pesan tersebut menjadi penting karena Indonesia dibangun di atas keberagaman. Perbedaan suku, bahasa, budaya, daerah, hingga pandangan politik merupakan bagian dari dinamika kehidupan demokrasi yang harus dikelola dalam semangat persatuan.


DPD Dorong Daerah Kuat untuk Indonesia Berdaulat


Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dalam pidato pengantar Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI menyoroti peran daerah dalam perjalanan bangsa Indonesia.


Menurut Sultan, kemerdekaan Indonesia lahir dari kesepakatan dan persatuan berbagai daerah, bahasa, serta suku. Seluruh elemen tersebut kemudian disatukan oleh tekad untuk membangun Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat.


“Dari ruang Sidang Bersama, dalam gedung yang sarat sejarah inilah, kita menggenapi tekad itu dengan satu keyakinan yang lebih spesifik, daerah kuat, Indonesia berdaulat,” ujar Sultan.


Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak bisa dilepaskan dari penguatan daerah. Daerah yang memiliki sumber daya, ekonomi, infrastruktur, dan masyarakat yang kuat dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kedaulatan Indonesia secara menyeluruh.


Presiden Prabowo Kembali Tegaskan Sumpah Kepemimpinan


Setelah pidato pengantar dari pimpinan MPR dan DPD, Presiden Prabowo Subianto kemudian menyampaikan pidato kenegaraan Presiden dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.


Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengingat kembali momen ketika dirinya mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024. Sumpah tersebut diucapkan di hadapan Majelis, seluruh rakyat Indonesia, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.


“Pagi ini saya kembali berdiri di aula yang terhormat ini, di aula yang sama tempat saya telah ucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia dan Saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.


Presiden kemudian kembali menegaskan isi sumpah yang menjadi landasan dalam menjalankan kepemimpinannya. Ia menekankan komitmen untuk menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur serta menempatkan kepentingan seluruh rakyat Indonesia sebagai prioritas.


“Pada hari itu, 20 Oktober 2024, di hadapan Majelis terhormat, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang paling penting di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur; mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Prabowo.


Dihadiri Tokoh Nasional dan Perwakilan Negara Sahabat


Sidang Tahunan MPR RI 2026 dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI turut dihadiri sejumlah tokoh penting nasional.


Tampak hadir Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin.


Selain para mantan pemimpin nasional, agenda tersebut juga dihadiri para duta besar negara sahabat, pimpinan lembaga negara, serta para menteri Kabinet Merah Putih.


Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI menjadi salah satu agenda kenegaraan penting setiap tahun. Selain menjadi ruang penyampaian pidato Presiden, forum ini juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan pemerintahan, kondisi bangsa, serta berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.


Bagi Presiden Prabowo, kehadiran dalam forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk kembali mengingat sumpah kepemimpinan yang diucapkan pada awal masa jabatannya. Pesan mengenai kejujuran, kepentingan rakyat, persatuan, serta kedaulatan Indonesia menjadi bagian penting dari rangkaian agenda kenegaraan pada 14 Agustus 2026 tersebut.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas