Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Hentikan Perjalanan, Bagikan Buku dan Cek Kondisi SD Negeri 11 Jangka

8 Agustus 2026, 21:17 WIB

 

Wapres Gibran Hentikan Perjalanan, Bagikan Buku dan Cek Kondisi SD Negeri 11 Jangka

INDOTORIAL.COM – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menunjukkan perhatian terhadap kondisi pendidikan di Kabupaten Bireuen, Aceh. Di sela perjalanan usai meninjau SD Negeri 7 Jangka menuju Jembatan Teupin Mane, Wapres Gibran secara spontan menghentikan kendaraan yang ditumpanginya setelah melihat sejumlah siswa berkerumun di pinggir jalan.


Momen tersebut terjadi di depan SD Negeri 11 Jangka yang berada di Desa Jangka Alue U, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Melihat para siswa yang berada di sisi jalan, Wapres Gibran bersama rombongan turun dari kendaraan untuk menyapa anak-anak sekaligus membagikan buku.


Kehadiran Wapres Gibran di hadapan para siswa langsung disambut antusias. Anak-anak tampak gembira ketika berkesempatan berinteraksi secara langsung dengan orang nomor dua di Indonesia tersebut. Para guru yang berada di lokasi juga menyambut hangat kedatangan Wapres.


Suasana berlangsung sederhana dan penuh keakraban. Wapres Gibran tidak hanya menyapa para siswa, tetapi juga memberikan buku sebagai bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak di daerah yang sempat terdampak bencana.


Kepala Sekolah Laporkan Kondisi SD Negeri 11 Jangka


Di tengah momen tersebut, Kepala SD Negeri 11 Jangka, Nuraini Ibrahim, memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan kondisi sekolah kepada Wapres Gibran.


Nuraini melaporkan bahwa SD Negeri 11 Jangka membutuhkan perbaikan setelah terdampak banjir bandang yang terjadi pada November 2025. Bencana tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan.


Kondisi itu tentu menjadi perhatian karena fasilitas pendidikan memiliki peran penting dalam memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan aman dan nyaman. Kerusakan bangunan maupun sarana pendukung sekolah dapat mengganggu proses pembelajaran apabila tidak segera mendapatkan penanganan.


Mendengar laporan tersebut, Wapres Gibran langsung meminta jajaran terkait untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi SD Negeri 11 Jangka. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui secara lebih rinci tingkat kerusakan sekaligus kebutuhan perbaikan yang harus dilakukan.


Wapres juga mengarahkan agar dicarikan solusi terbaik untuk penanganan sekolah tersebut. Dukungan anggaran melalui skema yang sesuai turut menjadi bagian dari arahan agar proses perbaikan dapat segera ditindaklanjuti.


Langkah tersebut menunjukkan bahwa perhatian pemerintah terhadap pendidikan tidak hanya menyangkut pembangunan sekolah baru, tetapi juga pemulihan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan akibat bencana.


Pemerintah Pastikan Sekolah Terdampak Bencana Mendapat Perhatian


Peristiwa spontan Wapres Gibran di depan SD Negeri 11 Jangka menjadi salah satu gambaran bagaimana persoalan pendidikan di daerah dapat langsung disampaikan kepada pemerintah pusat.


Bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana, pemulihan sekolah menjadi bagian penting dari proses pemulihan secara keseluruhan. Sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk kembali menjalani aktivitas secara normal setelah menghadapi situasi bencana.


Karena itu, perbaikan fasilitas pendidikan yang rusak akibat banjir bandang perlu dilakukan secara tepat dan sesuai kebutuhan di lapangan. Lingkungan sekolah yang aman dan layak akan memberikan rasa nyaman bagi siswa maupun guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.


Perhatian Wapres Gibran terhadap kondisi SD Negeri 11 Jangka juga melengkapi rangkaian agenda kerjanya di Kabupaten Bireuen. Sebelumnya, Wapres meninjau SD Negeri 7 Jangka untuk melihat secara langsung progres pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.


Dari kunjungan tersebut, terlihat bahwa pemulihan sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam penanganan pascabencana di Aceh.


Respons cepat Wapres Gibran terhadap laporan Kepala SD Negeri 11 Jangka diharapkan dapat mendorong percepatan penanganan kerusakan fasilitas sekolah. Dengan adanya pengecekan dan kajian kebutuhan, pemerintah dapat menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai agar perbaikan tidak berhenti pada tahap laporan.


Pada akhirnya, upaya tersebut diarahkan untuk memastikan anak-anak di Kabupaten Bireuen tetap mendapatkan hak pendidikan dalam lingkungan yang aman, layak, dan nyaman.


Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, termasuk melalui perhatian terhadap sekolah yang terdampak bencana, menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Pemerintah memastikan bahwa kondisi geografis maupun pengalaman bencana tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh fasilitas pendidikan yang memadai.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas