INDOTORIAL.COM – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memastikan pemerintah terus hadir dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, Kamis (6/8/2026), dengan meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kuta Blang.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur strategis berjalan sesuai target, sehingga aktivitas masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana dapat kembali normal.
Jembatan Krueng Tingkeum merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan mobilitas warga di Kabupaten Bireuen. Saat ini, masyarakat masih memanfaatkan jembatan darurat yang diberlakukan dengan sistem buka-tutup untuk kendaraan. Meski masih dapat digunakan, keberadaan jembatan permanen menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas transportasi, distribusi barang, hingga roda perekonomian masyarakat kembali berjalan optimal.
Setibanya di lokasi proyek, Wapres Gibran menerima pemaparan dari Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnain, mengenai perkembangan pembangunan jembatan.
Dalam laporannya, Zulkarnain menyampaikan bahwa progres pembangunan telah mencapai 80,5 persen. Saat ini, pekerjaan memasuki tahap pemasangan struktur utama jembatan, dengan target penyelesaian pada penghujung tahun 2026.
"Kita bisa nyambung dan nanti kita fungsionalkan mungkin di akhir Desember. Kita usahakan di akhir Desember tahun ini kita fungsionalkan, Pak Wapres," ujar Zulkarnain.
Mendengar paparan tersebut, Wapres Gibran memastikan seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal. Ia juga menanyakan sejumlah aspek penting yang berkaitan dengan kelancaran proyek, termasuk efektivitas penggunaan jembatan sementara yang saat ini dimanfaatkan masyarakat.
Selain itu, Wapres turut memberikan perhatian terhadap rencana normalisasi infrastruktur pendukung di kawasan sekitar, termasuk normalisasi aliran sungai yang berada di sekitar lokasi pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan jembatan juga harus didukung oleh penataan kawasan yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran menegaskan bahwa kunjungannya bukan sekadar melihat perkembangan proyek, tetapi juga memastikan langsung kondisi di lapangan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat yang terdampak.
Ia ingin setiap langkah pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan warga, terutama dalam proses pemulihan pascabencana yang membutuhkan percepatan sekaligus ketepatan pelaksanaan.
Bagi pemerintah, pembangunan kembali infrastruktur bukan hanya soal membangun fasilitas fisik, tetapi juga mengembalikan akses layanan publik, memperlancar mobilitas masyarakat, serta menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di daerah.
Wapres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong membantu proses pemulihan di Aceh. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, para relawan, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, hingga masyarakat yang terus berkontribusi dalam mendukung percepatan pembangunan.
Menurut Gibran, semangat gotong royong merupakan modal penting dalam menghadapi dampak bencana. Namun demikian, penyediaan infrastruktur yang aman, layak, dan dapat digunakan masyarakat merupakan tanggung jawab negara yang harus diwujudkan melalui pembangunan yang berkualitas.
Usai menerima penjelasan dari BPJN Aceh, Wapres kemudian meninjau langsung area konstruksi Jembatan Krueng Tingkeum. Ia melihat secara dekat proses pemasangan struktur jembatan yang tengah berlangsung serta memastikan pekerjaan dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mengawal proyek-proyek strategis penanganan pascabencana agar selesai tepat waktu. Dengan rampungnya Jembatan Krueng Tingkeum pada akhir tahun 2026, diharapkan akses transportasi masyarakat Kabupaten Bireuen kembali normal, distribusi logistik semakin lancar, serta aktivitas ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih cepat.
Dalam kunjungan kerja ini, Wapres Gibran turut didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Bireuen Mukhlis, Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, Asisten Satker PJN Jembatan Kuta Blang Fachruddin, Dandim 0111/Bireuen Letkol Inf. Dikdik Sudayat, serta Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri. Kehadiran para pejabat pusat dan daerah tersebut mencerminkan sinergi pemerintah dalam memastikan percepatan pembangunan infrastruktur berjalan optimal demi mendukung pemulihan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
(Indotorial.com)
