Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Bulgaria Jelang 70 Tahun Hubungan Diplomatik

15 September 2026, 20:47 WIB

 

Wapres Gibran Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Bulgaria Jelang 70 Tahun Hubungan Diplomatik

INDOTORIAL.COM – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri (DPM) sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria Alexander Poulev di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (14/9/2026).


Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Bulgaria, terutama menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang akan jatuh pada 20 September 2026.


Dalam pertemuan itu, Wapres Gibran menegaskan bahwa hubungan diplomatik yang telah terjalin selama tujuh dekade perlu terus dikembangkan agar tidak hanya menjadi hubungan persahabatan, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara.


“Selamat datang di Indonesia. Selamat datang di Jakarta, Yang Mulia. Kunjungan ini adalah kunjungan yang sangat istimewa karena memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Bulgaria pada 20 September ini,” ujar Wapres Gibran.


Wapres juga menyampaikan salam hangat Presiden Prabowo Subianto kepada DPM Bulgaria. Menurutnya, momentum 70 tahun hubungan diplomatik harus menjadi pijakan untuk membuka lebih banyak peluang kerja sama baru.


“Saya yakin kunjungan Yang Mulia kali ini dapat lebih mempererat hubungan antara Indonesia dan Bulgaria dan membuka peluang baru, kerja sama baru antara Indonesia dan Bulgaria yang saya yakin ke depan bisa menguntungkan kedua negara,” kata Wapres.


Bulgaria Siap Ikut dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia


Menanggapi dorongan tersebut, Alexander Poulev menyampaikan apresiasi atas sambutan pemerintah Indonesia. Ia menegaskan kesiapan Bulgaria untuk mengambil bagian dalam pembangunan ekonomi Indonesia.


Menurut Poulev, hubungan persahabatan dan diplomatik yang kuat selama ini menjadi modal penting untuk membangun kemitraan ekonomi yang lebih erat. Bulgaria juga melihat Indonesia sebagai salah satu negara dengan prospek ekonomi yang sangat besar.


“Pertama-tama, yang hadir adalah persahabatan, kekuatan hubungan diplomatik dan hubungan kedua negara. Kita memiliki fondasi yang sangat kuat untuk membangun kemitraan ekonomi,” ungkap Alexander Poulev.


Ia bahkan memperkirakan Indonesia akan menjadi salah satu dari empat kekuatan ekonomi terbesar dunia dalam satu dekade mendatang.


“Bulgaria ingin berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Berdasarkan kajian ekonomi kami, kami memperkirakan bahwa dalam 10 tahun ke depan, Indonesia akan menjadi salah satu dari empat ekonomi terbesar di dunia,” lanjutnya.


Dalam kesempatan tersebut, DPM Bulgaria juga menyampaikan simpati atas berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Bulgaria menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan sebagai bentuk solidaritas dan persahabatan kedua negara.


Bulgaria Didorong Jadi Pintu Masuk Produk Indonesia ke Eropa


Salah satu pembahasan penting dalam pertemuan Wapres Gibran dengan DPM Bulgaria adalah peluang peningkatan perdagangan dan investasi Indonesia-Bulgaria.


Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta mengatakan, kedua pihak menjajaki sejumlah sektor strategis, termasuk agroindustri dan logistik. Salah satu gagasan yang mencuat adalah menjadikan Bulgaria sebagai pintu masuk bagi produk-produk Indonesia menuju pasar Uni Eropa.


“Yang dilakukan dalam pertemuan ini adalah penjajakan untuk meningkatkan perdagangan dan investasi yang lebih strategis. Tadi salah satu sektor yang dibahas agak mendalam, ini adalah sektor agroindustri, kemudian logistik,” jelas Anis.


Menurutnya, peluang tersebut cukup besar karena pasar Eropa mencakup sekitar 450 juta penduduk. Posisi Bulgaria dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses produk Indonesia ke kawasan tersebut.


“Intinya adalah bahwa Bulgaria ingin menjadi pintu masuk produk-produk Indonesia ke Uni Eropa atau market di seluruh kawasan di Eropa yang jumlahnya sekitar 450 juta,” lanjut Anis.


Kerja sama tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan konektivitas perdagangan dengan kawasan Eropa.


Indonesia Harap Dukungan Bulgaria untuk IEU-CEPA


Penguatan hubungan perdagangan Indonesia-Bulgaria juga dikaitkan dengan upaya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa secara lebih luas.


Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengatakan, Indonesia berharap Bulgaria memberikan dukungan terhadap penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).


Indonesia menargetkan perjanjian perdagangan tersebut dapat diratifikasi pada 2026 dan mulai berlaku pada awal 2027.


“Lalu kemudian mengenai perjanjian dagang, sedikit tambahan Indonesia-IEU-CEPA, harapannya bisa diratifikasi tahun ini dan berlaku awal tahun 2027, di mana kami berharap support dari Bulgaria,” ujar Dyah Roro Esti.


Selain perdagangan, kerja sama juga diarahkan pada sektor pangan serta transfer teknologi. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas manfaat hubungan ekonomi sekaligus mendorong peningkatan kapasitas industri Indonesia.


Ekonomi Kreatif Jadi Ruang Baru Kerja Sama


Tak hanya perdagangan, investasi, agroindustri, dan logistik, ekonomi kreatif juga menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut.


Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menjelaskan bahwa kolaborasi ekonomi kreatif Indonesia dan Bulgaria dapat dikembangkan melalui pertemuan serta pertukaran antarpelaku industri kreatif dari kedua negara.


Salah satu langkah yang ditawarkan adalah mengundang delegasi Bulgaria untuk menghadiri World Conference on Creative Economy (WCCE).


“Kalau dari sektor ekonomi kreatif, tadi salah satunya tentu kita mengundang delegasi dari Bulgaria untuk datang ke World Conference on Creative Economy,” jelas Irene.


Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang baru bagi pelaku ekonomi kreatif kedua negara untuk saling bertukar pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus mencari peluang bisnis bersama.


Dengan berbagai agenda tersebut, peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria tidak berhenti pada seremoni. Momentum tersebut diarahkan menjadi titik penguatan kerja sama yang lebih nyata, mulai dari perdagangan, investasi, agroindustri, logistik, pangan, transfer teknologi hingga ekonomi kreatif.


Bagi Indonesia, kerja sama dengan Bulgaria juga membuka peluang strategis untuk memperluas akses produk nasional ke pasar Eropa. Sementara bagi Bulgaria, kemitraan dengan Indonesia menjadi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi salah satu negara dengan prospek besar di kawasan Asia.


Pertemuan Wapres Gibran dan DPM Bulgaria Alexander Poulev sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan Indonesia-Bulgaria memasuki fase baru yang lebih berorientasi pada kerja sama konkret dan saling menguntungkan.


Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran juga menyampaikan ucapan selamat atas Hari Kemerdekaan Bulgaria yang akan diperingati pada 22 September mendatang.


(Team Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas