INDOTORIAL.COM, NEW DELHI – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Sabtu, 12 September 2026.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT BRICS 2026 menjadi bagian penting dari rangkaian kunjungan kerja Presiden ke India. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat peran dalam kerja sama multilateral serta membangun kemitraan strategis di tengah situasi global yang terus berkembang.
KTT BRICS tahun ini mengangkat tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability”. Tema tersebut menggambarkan komitmen negara-negara BRICS untuk memperkuat ketahanan, mendorong inovasi, memperluas kerja sama, sekaligus membangun pembangunan yang berkelanjutan.
Presiden Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan
Setibanya di South Plaza, Bharat Mandapam, Presiden Prabowo Subianto mendapat sambutan dari jajaran pasukan kehormatan. Penyambutan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penghormatan kepada para kepala negara yang hadir dalam KTT BRICS.
Kedatangan Presiden Prabowo kemudian diikuti oleh sejumlah pemimpin negara lainnya. Di antaranya adalah pemimpin Republik Islam Iran, Republik Arab Mesir, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), serta Federasi Rusia.
Setelah tiba di lokasi utama KTT, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Perdana Menteri Republik India Narendra Modi yang bertindak sebagai Ketua BRICS 2026.
Pertemuan kedua pemimpin berlangsung dalam suasana hangat. Presiden Prabowo dan PM Modi terlihat berjabat tangan dan berpelukan sebelum berbincang singkat. Momen tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Suasana hangat juga terlihat ketika Presiden Prabowo bergabung dengan para pemimpin negara lainnya di ruang tunggu naratetama. Sambil menunggu dimulainya agenda utama, para pemimpin negara memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling menyapa dan bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan serta tantangan global.
Bahas Penguatan Multilateralisme
Agenda utama kemudian berlanjut di Summit Hall melalui sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”.
Dalam sesi tersebut, PM Narendra Modi menyampaikan pengantar sekaligus menegaskan komitmen India selama memimpin BRICS pada 2026. India, menurut Modi, ingin menempatkan kepentingan masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan dalam memperkuat ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.
“Saya sangat senang menyambut Anda semua di India. Kepemimpinan India di BRICS didasarkan pada pendekatan yang berpusat pada masyarakat dan mengutamakan kemanusiaan. Ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan senantiasa menjadi prioritas kami,” ujar PM Modi.
Bagi Indonesia, pembahasan mengenai tata kelola global yang inklusif dan penguatan multilateralisme menjadi bagian penting dalam forum tersebut. Keikutsertaan Presiden Prabowo memberikan ruang bagi Indonesia untuk menyampaikan posisi serta kepentingan nasional dalam menghadapi berbagai persoalan global.
Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Negara BRICS
Partisipasi Presiden Prabowo dalam KTT BRICS 2026 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara anggota BRICS.
Selain mengikuti sesi terbatas, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara dijadwalkan mengunjungi pameran “Bharat Innovates” Exhibition dan “BRICS @20” Exhibition.
Rangkaian agenda KTT BRICS kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama para pemimpin negara serta kegiatan penanaman pohon bersama. Pada hari pertama, rangkaian KTT ke-18 BRICS di New Delhi akan ditutup dengan jamuan makan malam yang dihadiri para pemimpin negara.
Keikutsertaan aktif Presiden Prabowo dalam forum tingkat tinggi tersebut menunjukkan upaya Indonesia untuk mengambil bagian dalam pembahasan berbagai persoalan dunia, khususnya yang berkaitan dengan kerja sama multilateral dan kepentingan negara-negara Global South.
Melalui KTT BRICS 2026, Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk menjadi kekuatan yang mampu menjembatani berbagai kepentingan. Posisi tersebut diharapkan dapat memperkuat solidaritas negara-negara Global South sekaligus mendorong terciptanya tatanan dunia yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika geopolitik dan tantangan global yang semakin kompleks, kehadiran Indonesia dalam BRICS menjadi salah satu ruang strategis untuk memperluas kerja sama. Bukan hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam membangun komunikasi dan kolaborasi antarnegara untuk menghadapi tantangan bersama.
(Team Indotorial)
