Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Gladi Kotor HUT ke-81 RI Libatkan 81 Pesawat dan Helikopter TNI di Istana Kepresidenan

13 Agustus 2026, 20:54 WIB

 

Gladi Kotor HUT ke-81 RI Libatkan 81 Pesawat dan Helikopter TNI di Istana Kepresidenan

Indotorial.com – Persiapan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus dimatangkan. Rangkaian latihan memasuki tahap gladi kotor di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.


Gladi kotor yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut tidak hanya menguji kesiapan rangkaian upacara di darat. Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah demo udara yang melibatkan sekitar 81 pesawat dan helikopter milik TNI.


Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, demo udara tersebut menjadi bagian dari latihan untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat berjalan sesuai dengan skenario yang telah disiapkan.


“Hari ini kita lanjut untuk latihan gladi kotor. Tadi mulai jam pukul 8 sudah kita mulai. Nah, baru saja juga kita saksikan termasuk latihan untuk demo udara yang diikuti oleh kurang lebih 81 baik pesawat maupun helikopter yang kita miliki,” ujar Prasetyo Hadi setelah mengikuti gladi kotor pertama.


81 Pesawat dan Helikopter TNI Tunjukkan Kesiapan


Pelaksanaan demo udara menjadi salah satu bagian yang cukup menarik perhatian dalam gladi kotor persiapan Upacara HUT ke-81 RI. Berbagai jenis alutsista udara TNI ikut diterbangkan dalam latihan tersebut, mulai dari pesawat tempur, pesawat angkut, hingga helikopter.


Prasetyo Hadi memberikan apresiasi kepada seluruh personel TNI, khususnya para penerbang yang terlibat. Menurutnya, kemampuan para pilot dalam mengoperasikan berbagai jenis pesawat dan helikopter menjadi gambaran kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam mendukung agenda kenegaraan.


Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para penerbang yang menjalankan latihan dengan penuh tanggung jawab. Sebab, meskipun kegiatan tersebut masih dalam tahap latihan, terdapat risiko yang tetap harus diperhitungkan dalam setiap penerbangan dan manuver.


“Meskipun masih bersifat latihan, kami juga ingin menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh personil TNI. Terutama yang para pilot kita, penerbang kita yang menerbangkan baik pesawat tempur, pesawat A400 maupun heli yang itu mempertaruhkan keselamatan, tapi kita merasakan terbang dengan penuh kebanggaan,” katanya.


Manuver Pesawat dan Helikopter Jadi Perhatian


Dalam gladi kotor tersebut, sejumlah manuver udara juga dilakukan untuk menguji ketepatan formasi dan posisi pesawat maupun helikopter. Prasetyo mengakui terdapat beberapa manuver yang sempat membuat suasana cukup menegangkan.


Salah satunya ketika tiga helikopter melakukan manuver dalam jarak yang relatif berdekatan. Meski demikian, seluruh rangkaian latihan dapat berlangsung dan menjadi bagian penting untuk mengevaluasi kesiapan teknis para penerbang.


“Tadi beberapa juga ada, beberapa manuver yang sempat bikin deg-degan juga, tiga heli yang saling berdekatan. Alhamdulillah, ternyata kalau kita tidak kalah secara sumber daya manusia, kita siap dengan peralatan-peralatan yang terbaik, tentu seluruh anak-anak Indonesia akan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negaranya,” ujar Prasetyo.


Setelah gladi kotor selesai, evaluasi langsung dilakukan oleh tim terkait. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah ketepatan koordinat dan posisi manuver pesawat serta helikopter.


Penyesuaian tersebut penting karena pada pelaksanaan upacara nantinya, Presiden Prabowo Subianto bersama para tamu undangan akan menyaksikan rangkaian acara dari podium utama. Karena itu, posisi manuver udara harus benar-benar sesuai dengan titik yang telah ditentukan agar pertunjukan dapat berlangsung aman, rapi, dan sesuai skenario.


“Beberapa kali sudah langsung coba kita evaluasi misalnya dari sisi koordinat ya. Koordinat supaya betul-betul center posisi dari manuver baik pesawat maupun heli, dari sisi podium utama terutama di mana nanti Bapak Presiden bersama dengan para tamu menyaksikan,” jelasnya.


Paskibraka Tambah Latihan Mandiri


Selain demo udara, evaluasi gladi kotor juga mencakup kesiapan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Para peserta Paskibraka mendapat perhatian khusus karena kondisi lapangan di Istana Kepresidenan membutuhkan penyesuaian teknis.


Prasetyo menjelaskan, kondisi rumput di area Istana yang cukup tebal membuat para anggota Paskibraka perlu beradaptasi agar gerakan dan langkah tetap berjalan maksimal selama pelaksanaan upacara.


“Secara teknis nih, keras rumputnya atau lapangannya. Nah di Istana cukup tebal, jadi butuh sedikit penyesuaian,” ungkapnya.


Atas pertimbangan tersebut, para pelatih Paskibraka meminta tambahan waktu latihan mandiri di luar jadwal yang sebelumnya telah ditentukan. Permintaan tersebut kemudian mendapat persetujuan dari pihak penanggung jawab pelaksanaan upacara.


Dengan tambahan latihan tersebut, para anggota Paskibraka diharapkan semakin terbiasa dengan kondisi lapangan sekaligus mampu menjalankan seluruh rangkaian tugas secara lebih percaya diri.


Tahapan gladi kotor HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan upacara pada 17 Agustus 2026. Evaluasi dari setiap latihan akan digunakan untuk menyempurnakan aspek teknis, mulai dari pergerakan pasukan, kesiapan Paskibraka, hingga ketepatan manuver udara.


Dengan melibatkan sekitar 81 pesawat dan helikopter TNI, persiapan tahun ini menunjukkan bahwa rangkaian peringatan HUT ke-81 RI dipersiapkan secara matang. Bukan hanya soal kemeriahan, tetapi juga memastikan seluruh unsur upacara dapat berjalan aman, tertib, presisi, dan memberikan penghormatan terbaik bagi peringatan kemerdekaan Indonesia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas