Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Tegaskan Indonesia Terbuka Bekerja Sama dengan Semua Negara

5 September 2026, 21:15 WIB

 

Prabowo Tegaskan Indonesia Terbuka Bekerja Sama dengan Semua Negara

INDOTORIAL.COM - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tetap terbuka membangun hubungan dan kerja sama dengan semua negara, termasuk dengan berbagai kekuatan besar dunia. Sikap tersebut menjadi bagian dari prinsip politik luar negeri Indonesia yang mengedepankan kemandirian, keterbukaan, serta hubungan yang saling menguntungkan.


Penegasan itu disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis, 3 September 2026.


Presiden Prabowo hadir dalam forum ekonomi internasional tersebut sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin. EEF menjadi ruang pertemuan bagi para pemimpin negara, pelaku usaha, investor, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peluang kerja sama ekonomi sekaligus perkembangan geopolitik global.


Indonesia Tetap Terbuka dengan Semua Kekuatan Besar


Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa keterbukaan Indonesia bukanlah kebijakan baru. Selama beberapa dekade, Indonesia telah membangun hubungan dengan berbagai negara tanpa menempatkan diri sebagai bagian dari satu blok kekuatan tertentu.


Menurut Prabowo, Indonesia secara konsisten menginginkan hubungan terbaik dengan seluruh negara dan kekuatan besar dunia. Prinsip tersebut berjalan beriringan dengan tradisi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan tidak berpihak pada aliansi militer tertentu.


“Indonesia telah sangat terbuka selama beberapa dekade. Kami terbuka mengenai kebijakan-kebijakan kami. Kami selalu mengatakan bahwa kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar. Kami, berdasarkan tradisi, kami nonblok. Seperti yang saya katakan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Kami menghormati semua kekuatan,” ujar Presiden Prabowo.


Sikap tersebut menjadi semakin relevan ketika hubungan antarnegara saat ini menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Persaingan di antara kekuatan-kekuatan besar dunia membuat banyak negara harus menentukan posisi strategisnya.


Indonesia, kata Prabowo, memilih untuk tetap menjaga ruang gerak yang independen.


Prabowo: Indonesia Ingin Perdagangan yang Adil


Keterbukaan Indonesia tidak hanya diterapkan dalam hubungan politik dan diplomasi, tetapi juga dalam sektor ekonomi. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia ingin bekerja sama dengan seluruh mitra tanpa membedakan latar belakang negara maupun kelompok kekuatan tertentu.


Indonesia juga menawarkan hubungan perdagangan yang adil kepada negara-negara yang ingin memperkuat kerja sama ekonomi.


“Secara ekonomi, kami juga independen, dan kami ingin bekerja sama dengan semua sahabat kami. Kami ingin bekerja sama dengan semua negara. Hal ini sangat terbuka sejak hari pertama. Dalam semua negosiasi kami dengan semua mitra kami, mereka mengetahui hal ini dan kami menawarkan perdagangan yang adil,” kata Prabowo.


Menurut Presiden, prinsip tersebut menjadi dasar Indonesia dalam melakukan berbagai negosiasi dengan mitra internasional. Kerja sama ekonomi diharapkan tidak hanya menghasilkan keuntungan bagi satu pihak, tetapi memberikan manfaat yang seimbang bagi semua negara yang terlibat.


Indonesia Tidak Ingin Terjebak Rivalitas Global


Presiden Prabowo juga memberikan penjelasan penting mengenai makna keterbukaan Indonesia. Terbuka bekerja sama dengan semua negara bukan berarti Indonesia akan bergabung dengan satu kelompok untuk menghadapi kelompok lainnya.


Indonesia, tegas Prabowo, tidak ingin menggunakan kerja sama internasional sebagai alat untuk mengancam atau berhadapan dengan negara lain.


“Namun, seperti yang saya katakan, karena kami sangat terbuka, semua orang tahu, semua pihak tahu bahwa kami tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk melawan kepentingan kelompok lain. Kami akan memperlakukan semua orang yang ingin datang ke Indonesia secara adil,” tutur Presiden.


Ia menambahkan, Indonesia akan memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh pihak yang ingin datang, berinvestasi, melakukan perdagangan, maupun membangun kerja sama dengan Indonesia.


“Kami akan memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang yang datang ke Indonesia dan kami bernegosiasi. Kami tidak ingin mengancam siapa pun. Jadi, itulah posisi kami,” lanjutnya.


Putin Soroti Posisi Strategis Indonesia


Dalam kesempatan yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin turut menyoroti posisi Indonesia dalam dinamika global. Menurut Putin, Indonesia bukan hanya memiliki jumlah penduduk yang besar, tetapi juga merupakan salah satu negara dengan posisi penting di dunia.


Putin secara khusus menyebut Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar. Karena itu, menurutnya, perkembangan dan kebijakan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perhitungan strategis negara-negara lain.


“Saya ingin menarik perhatian pada fakta berikut, bahwa Indonesia bukan hanya negara terbesar dengan populasi Muslim terbesar, tetapi juga salah satu negara terbesar di dunia. Apa pun jenis kebijakan yang sedang dijalankan di bagian dunia mana pun, Anda harus memperhitungkan hal ini juga,” ungkap Putin.


Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana posisi Indonesia semakin diperhitungkan dalam percaturan internasional. Selain Tiongkok dan India, Indonesia dipandang memiliki peran penting dalam membentuk dinamika kawasan maupun global.


Indonesia di Tengah Dunia yang Semakin Multipolar


Pertemuan Prabowo dan Putin di Vladivostok memperlihatkan bagaimana Indonesia berupaya mempertahankan posisi strategisnya di tengah perubahan tatanan dunia.


Ketika persaingan antarkekuatan besar semakin terlihat, Indonesia memilih untuk tidak terjebak dalam rivalitas tersebut. Pemerintah menempatkan kepentingan nasional sebagai pijakan utama sekaligus membuka ruang kerja sama dengan berbagai negara.


Prinsipnya sederhana: Indonesia ingin bersahabat dengan semua negara, tetapi tetap memiliki kebebasan untuk menentukan sikap sendiri.


Dengan posisi tersebut, Indonesia berupaya membangun hubungan internasional yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan politik, tetapi juga mendorong perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi yang adil serta saling menguntungkan.


Sikap Presiden Prabowo di Eastern Economic Forum ke-11 sekaligus menegaskan pesan bahwa Indonesia ingin menjadi mitra yang terbuka bagi semua pihak. Di tengah dunia yang semakin multipolar, Indonesia tetap memilih jalur kerja sama, perdamaian, dan kepentingan nasional tanpa harus terseret ke dalam persaingan antarblok kekuatan global.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas