Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat, Dorong Penguatan Pangan Lokal Berbasis Budaya

23 Juni 2026, 17:11 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat, Dorong Penguatan Pangan Lokal Berbasis Budaya

INDOTORIAL.COM – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats yang berlokasi di Kampung Yepem, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan usai meninjau progres pembangunan Gereja Katedral Salib Suci Baru di Agats.


Dalam kunjungan itu, Wapres Gibran melihat secara langsung berbagai aktivitas pengembangan sagu yang dijalankan melalui pendekatan berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat adat setempat. Program ini dinilai menjadi salah satu model penguatan pangan lokal yang tidak hanya berorientasi pada ketahanan pangan, tetapi juga pelestarian tradisi dan peningkatan ekonomi masyarakat.


Penanggung Jawab Sekolah Lapang Sagu Asmat, Anton, menjelaskan bahwa program tersebut telah berjalan selama empat tahun dan terus berkembang sebagai pusat pembelajaran sekaligus pengembangan komoditas sagu di wilayah Asmat.


Menurut Anton, Sekolah Lapang Sagu Asmat memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dua sekolah lapang sagu lainnya yang ada di Indonesia.


“Di Indonesia ada tiga Sekolah Lapang Sagu. Yang di Asmat ini memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan yang ada di Meranti maupun Sulawesi,” ujarnya usai mendampingi Wapres dalam peninjauan.


Ia menjelaskan, jika Sekolah Lapang Sagu di Meranti lebih berfokus pada pengembangan teknologi industri sagu dalam skala besar, maka Sekolah Lapang Sagu Asmat lebih menitikberatkan pada penguatan aspek lokal dan budaya masyarakat.


“Di sini lebih memperkuat aspek lokal. Pendekatannya berbasis budaya masyarakat setempat. Selain itu, kami juga mulai mengembangkan hilirisasi produk sagu agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat,” jelas Anton.


Saat ini, kawasan Sekolah Lapang Sagu Asmat memiliki luas sekitar enam hektare. Pengelolaannya dilakukan melalui kerja sama antara Keuskupan Agats dan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.


Tidak hanya berfungsi sebagai lokasi pembelajaran, kawasan tersebut juga dikembangkan menjadi pusat pengolahan dan pengembangan berbagai produk turunan sagu. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat adat sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas sagu yang selama ini menjadi salah satu sumber pangan utama warga Asmat.


Anton menambahkan, salah satu tantangan yang masih dihadapi dalam pengembangan kawasan tersebut adalah keterbatasan akses menuju lokasi. Menurutnya, dukungan infrastruktur menjadi faktor penting untuk mempercepat pengembangan Sekolah Lapang Sagu serta memperluas manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.


“Ke depan, akses menuju lokasi menjadi salah satu kebutuhan utama agar pengembangan kawasan ini bisa berjalan lebih optimal,” katanya.


Kunjungan Wapres Gibran ke Sekolah Lapang Sagu Asmat sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan pangan lokal berbasis potensi daerah di berbagai wilayah Indonesia.


Pengembangan sagu di Kabupaten Asmat dinilai memiliki peran strategis karena tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya masyarakat adat Papua. Di sisi lain, pengembangan sektor ini juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.


Melalui program Sekolah Lapang Sagu, pemerintah bersama berbagai pihak terkait berharap komoditas sagu dapat semakin berkembang sebagai pangan masa depan yang mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Papua Selatan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas