Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Tinjau Pembangunan Gereja Katedral Salib Suci Baru di Asmat, Tanam Pohon Cemara sebagai Simbol Harapan

23 Juni 2026, 17:08 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Pembangunan Gereja Katedral Salib Suci Baru di Asmat, Tanam Pohon Cemara sebagai Simbol Harapan

INDOTORIAL.COM – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, meninjau progres pembangunan Gereja Katedral Salib Suci Baru di Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga melakukan penanaman pohon cemara sebagai simbol harapan, keberlanjutan pembangunan, serta komitmen bersama dalam memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat setempat.


Kunjungan ke Gereja Katedral Salib Suci Baru dilakukan usai Wapres meninjau Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wapres di Kabupaten Asmat untuk memastikan pembangunan berbagai infrastruktur dasar, termasuk sarana pelayanan keagamaan, berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Pembangunan Gereja Katedral Salib Suci Baru dinilai memiliki peran penting sebagai pusat pelayanan umat Katolik di Kabupaten Asmat. Selain menjadi tempat ibadah, katedral tersebut diharapkan mampu menjadi ruang penguatan nilai-nilai kebersamaan, pendidikan, dan pelayanan sosial bagi masyarakat Papua Selatan.


Saat tiba di lokasi pembangunan, Wapres menerima paparan langsung mengenai perkembangan proyek dari Ketua Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agats, Vallens Aji Sayekti. Dalam penjelasannya, Aji menyampaikan bahwa pembangunan struktur utama gereja telah selesai dan saat ini pengerjaan difokuskan pada penyelesaian atap serta interior bangunan.


Menariknya, hampir seluruh material kayu yang digunakan berasal dari sumber daya lokal khas Asmat. Penggunaan kayu lokal tersebut tidak hanya memperkuat identitas budaya setempat, tetapi juga menjadi bentuk pemberdayaan potensi daerah.


“Kayunya semua dari sini, Pak. Kayu lokal ini, Pak. Ini manual semua, Pak,” ujar Aji saat menjelaskan proses pembangunan kepada Wapres.


Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan gereja dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat. Sebanyak 35 pekerja terlibat dalam pembangunan struktur utama bangunan, sementara 16 pekerja lainnya fokus mengerjakan bagian interior.


Menurut Aji, proses pengerjaan membutuhkan dedikasi tinggi karena sebagian besar pekerjaan dilakukan secara manual. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat pembangunan dapat berjalan dengan baik hingga saat ini.


Lebih lanjut, Aji menjelaskan bahwa pembangunan Gereja Katedral Salib Suci Baru mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pendanaan berasal dari para donatur, pemerintah daerah, sumbangan sukarela aparatur sipil negara (ASN) beragama Katolik, hingga partisipasi umat dan masyarakat.


Meski demikian, pihak pengelola pembangunan masih menghadapi tantangan berupa kebutuhan tambahan anggaran untuk menyelesaikan seluruh tahapan pembangunan hingga gereja dapat digunakan secara optimal oleh umat.


Usai menerima paparan, Wapres Gibran melakukan peninjauan langsung ke sejumlah area pembangunan untuk melihat progres pekerjaan yang sedang berlangsung. Peninjauan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap percepatan pembangunan fasilitas publik dan sarana keagamaan di wilayah Papua Selatan.


Sebagai bagian dari kunjungannya, Wapres kemudian menanam pohon cemara di lingkungan Gereja Katedral Salib Suci Baru. Penanaman pohon tersebut memiliki makna simbolis sebagai harapan akan pertumbuhan, keberlanjutan, serta semangat membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Asmat.


Selain itu, kegiatan tersebut juga mencerminkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan serta pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan keberlanjutan alam.


Kunjungan Wapres ke Asmat sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, khususnya di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pemerintah terus berupaya memastikan bahwa masyarakat di berbagai wilayah Indonesia memperoleh akses yang setara terhadap infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga sarana keagamaan.


Turut mendampingi Wapres dalam peninjauan tersebut antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Selatan Mathius Fakhiri, Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, Wakil Pastor Parokial Gereja Katedral Salib Suci Pastor Evo, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan Gus Miftah.


Melalui pembangunan Gereja Katedral Salib Suci Baru, diharapkan pelayanan keagamaan bagi umat Katolik di Asmat semakin meningkat sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam membangun Papua Selatan yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas