Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Dorong Pembangunan Olahraga Nasional Berkelanjutan, Perkuat Pembinaan Atlet dan Olahraga Disabilitas

24 Juni 2026, 17:07 WIB

 

Prabowo Dorong Pembangunan Olahraga Nasional Berkelanjutan, Perkuat Pembinaan Atlet dan Olahraga Disabilitas

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan olahraga nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada prestasi jangka panjang. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta pelatih Timnas Indonesia John Herdman di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).


Dalam pertemuan tersebut, sejumlah program strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dilaporkan kepada Presiden. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah penguatan pembinaan olahraga disabilitas sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem olahraga yang lebih inklusif di Indonesia.


Erick Thohir mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memiliki perhatian besar terhadap pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, jumlah masyarakat disabilitas yang aktif berolahraga di Indonesia cukup signifikan dan perlu mendapatkan dukungan yang lebih optimal dari pemerintah.


Salah satu langkah yang tengah didorong Kemenpora adalah program sertifikasi kepelatihan bagi penyandang disabilitas. Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi mereka untuk berkontribusi sebagai pelatih sekaligus menjadi bagian penting dalam pembinaan olahraga nasional.


“Presiden sangat peduli terhadap olahraga disabilitas. Karena itu kami melaporkan program sertifikasi kepelatihan bagi penyandang disabilitas agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam dunia olahraga,” ujar Erick.


Selain olahraga disabilitas, pembahasan juga menyoroti pentingnya pembangunan olahraga nasional yang tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga memiliki fondasi kuat untuk menghasilkan prestasi berkelanjutan.


Menurut Erick, Presiden Prabowo mendukung perlunya kebijakan pembiayaan jangka panjang bagi program pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Selama ini, pembinaan atlet kerap menghadapi tantangan karena sistem penganggaran yang bersifat tahunan.


Padahal, persiapan atlet menuju ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade membutuhkan perencanaan yang matang dan dukungan anggaran berkelanjutan.


“Pelatnas tidak mungkin hanya direncanakan dalam satu tahun anggaran. Persiapannya harus bersifat multi years agar pembinaan atlet berjalan optimal dan target prestasi internasional bisa tercapai,” kata Erick.


Dukungan Presiden terhadap sistem pembinaan jangka panjang dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga tren positif prestasi olahraga Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan perkembangan di berbagai cabang olahraga.


Tak hanya fokus pada atlet yang saat ini sedang berprestasi, pemerintah juga mulai menyiapkan strategi pembinaan usia dini melalui pembangunan Akademi Olahraga Nasional.


Program tersebut dirancang untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial sejak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Dengan sistem pembinaan yang terintegrasi, pemerintah berharap dapat menciptakan regenerasi atlet nasional yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.


“Presiden mendorong pembentukan Akademi Olahraga yang dimulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Dengan begitu, talenta-talenta muda dapat dipantau dan dibina sejak usia 8 hingga 10 tahun,” jelas Erick.


Keberadaan Akademi Olahraga Nasional diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet masa depan Indonesia yang mampu melahirkan generasi baru berprestasi di tingkat regional maupun dunia.


Selain pembinaan atlet dan pengembangan olahraga disabilitas, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap aspek kesejahteraan atlet. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah turut membahas skema dana pensiun atlet yang saat ini masih dalam tahap kajian.


Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan dan jaminan kesejahteraan kepada para atlet setelah menyelesaikan karier profesional mereka.


Di sisi lain, Presiden Prabowo juga disebut terus memberikan dukungan terhadap peningkatan apresiasi bagi atlet berprestasi. Kebijakan bonus bagi atlet yang berhasil mengharumkan nama bangsa dinilai menjadi motivasi penting dalam mendorong pencapaian prestasi yang lebih tinggi.


Melalui berbagai program tersebut, pemerintah menunjukkan keseriusan dalam membangun olahraga nasional yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memperhatikan aspek pembinaan, inklusivitas, serta kesejahteraan atlet secara menyeluruh. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan olahraga yang mampu bersaing di tingkat internasional pada masa mendatang.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas