Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Ziarah ke Makam Marsinah Usai Resmikan Museum dan Rumah Singgah di Nganjuk

16 Mei 2026, 17:53 WIB

 

Presiden Prabowo Ziarah ke Makam Marsinah Usai Resmikan Museum dan Rumah Singgah di Nganjuk

INDOTORIAL.COM - Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026, meninggalkan momen penuh makna bagi kalangan buruh dan masyarakat luas. Usai meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah Marsinah, Presiden Prabowo melanjutkan agenda dengan berziarah ke makam Marsinah, sosok buruh perempuan yang selama ini dikenal sebagai simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.


Ziarah tersebut berlangsung khidmat dan sarat penghormatan. Makam Marsinah yang berjarak sekitar satu kilometer dari kompleks museum menjadi titik terakhir rangkaian kegiatan Presiden di Nganjuk. Didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo berjalan menuju pusara Marsinah dengan suasana yang tenang dan penuh penghormatan.


Di hadapan makam, Presiden Prabowo menaburkan bunga dan memanjatkan doa untuk almarhumah Marsinah. Momen itu menjadi simbol penghargaan negara terhadap perjuangan seorang perempuan buruh yang namanya hingga kini masih dikenang banyak pekerja di Indonesia.


Kehadiran Presiden di makam Marsinah juga menjadi perhatian masyarakat dan para buruh yang sejak pagi memadati area peresmian museum. Banyak di antara mereka menilai langkah tersebut sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap sejarah perjuangan kaum pekerja.


Sebelumnya, dalam sambutannya saat meresmikan Museum Ibu Marsinah, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa usulan penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional berasal langsung dari aspirasi kalangan buruh Indonesia. Menurut Presiden, seluruh organisasi buruh telah menyepakati satu nama yang dianggap paling mewakili perjuangan pekerja di Tanah Air.


“Mereka satu suara, semua organisasi buruh sepakat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional. Dan saya mendapat kehormatan untuk jadikan beliau sebagai pahlawan nasional,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para tamu undangan dan ribuan buruh yang hadir.


Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari para pekerja yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur maupun luar provinsi. Banyak yang menilai pengakuan terhadap Marsinah sebagai pahlawan nasional menjadi momentum penting dalam sejarah perjuangan buruh Indonesia.


Museum Ibu Marsinah sendiri dibangun sebagai ruang edukasi dan memorial yang memuat perjalanan hidup serta perjuangan Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Sementara Rumah Singgah Marsinah diharapkan dapat menjadi fasilitas pendukung bagi masyarakat, aktivis buruh, hingga generasi muda yang ingin mempelajari sejarah perjuangan ketenagakerjaan di Indonesia.


Tidak sedikit masyarakat yang berharap museum tersebut nantinya menjadi destinasi edukasi sejarah sekaligus pengingat bahwa perjuangan hak asasi manusia dan keadilan sosial masih menjadi isu penting hingga saat ini.


Marsinah dikenal luas sebagai aktivis buruh yang memperjuangkan hak pekerja pada era 1990-an. Namanya menjadi simbol keberanian setelah kasus kematiannya menyita perhatian publik nasional dan internasional. Hingga kini, sosoknya tetap hidup dalam ingatan banyak kalangan sebagai representasi perjuangan buruh perempuan Indonesia.


Ziarah Presiden Prabowo ke makam Marsinah pun dinilai bukan sekadar agenda seremonial kenegaraan. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi pesan simbolis bahwa negara hadir untuk menghormati perjuangan rakyat kecil, termasuk para buruh yang selama ini menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional.


Dengan diresmikannya Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, pemerintah berharap nilai-nilai perjuangan, keberanian, serta semangat memperjuangkan keadilan sosial dapat terus diwariskan kepada generasi muda Indonesia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas