INDOTORIAL.COM - Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A terus menunjukkan progres signifikan. Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung proyek pembangunan MRT lintas Utara–Selatan di kawasan Stasiun MRT Sawah Besar dan Stasiun MRT Harmoni, Jakarta, Selasa (12/05/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wapres melihat langsung perkembangan konstruksi bawah tanah, termasuk menelusuri tunnel penghubung dari Stasiun Sawah Besar menuju Stasiun Harmoni. Peninjauan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan pembangunan transportasi publik modern di ibu kota.
Di hadapan awak media, Wapres menegaskan bahwa pengembangan transportasi publik menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden RI. Menurutnya, sistem transportasi yang aman, nyaman, modern, dan terintegrasi akan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Transportasi publik yang modern ini adalah salah satu prioritas dari Bapak Presiden. Dan saya yakin jika transportasi publiknya aman, nyaman, modern, terintegrasi, semuanya akan berbondong-bondong menggunakan transportasi publik,” ujar Gibran.
Peninjauan ini juga dimanfaatkan untuk mendengarkan pemaparan terkait progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota. Berdasarkan data terbaru per 25 April 2026, progres keseluruhan proyek telah mencapai 59,76 persen.
Selain tunnel bawah tanah yang kini sudah dapat dilalui dengan berjalan kaki antara Sawah Besar dan Harmoni, sejumlah pekerjaan konstruksi lain juga terus dikebut. Di antaranya pembangunan diaphragm wall (D-Wall) serta pengerjaan dinding stasiun di kawasan Duta Merlin yang menjadi bagian penting proyek MRT Jakarta tahap lanjutan ini.
Wapres menilai keberhasilan pembangunan transportasi publik tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan kawasan aglomerasi. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk menciptakan sistem mobilitas perkotaan yang efisien sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat urban.
Menurutnya, integrasi antarmoda transportasi seperti MRT, LRT, hingga Transjakarta harus terus diperkuat agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan transportasi publik di Jakarta dan sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus memperluas akses layanan transportasi publik, termasuk melalui kebijakan tarif gratis bagi 15 golongan masyarakat tertentu seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Ia menekankan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan harus menjadi perhatian utama dalam pengembangan transportasi publik nasional.
“Yang paling penting sekali lagi aman dan nyaman untuk anak-anak, perempuan, ibu hamil, lansia, dan kaum difabel,” tegasnya.
Turut mendampingi Wapres dalam kunjungan tersebut antara lain Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat.
Sebagai informasi, MRT Jakarta Fase 2A akan menghubungkan Bundaran HI hingga Kota dengan panjang lintasan sekitar 5,8 kilometer. Jalur ini nantinya memiliki tujuh stasiun bawah tanah, yakni Stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Pemerintah menargetkan segmen Bundaran HI–Monas mulai beroperasi pada tahun 2027. Sementara keseluruhan jalur hingga Stasiun Kota ditargetkan tersambung dan beroperasi penuh pada 2029.
Kehadiran MRT Jakarta Fase 2A diharapkan mampu menjadi solusi kemacetan ibu kota sekaligus memperkuat ekosistem transportasi publik terintegrasi yang ramah masyarakat dan berkelanjutan di masa depan.
(Indotorial.com)
