Iklan

Iklan

,

Iklan

Percepat Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Pemerintah Targetkan 1.000 Titik Baru di 2026

9 April 2026, 20:58 WIB

 

Percepat Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Pemerintah Targetkan 1.000 Titik Baru di 2026

INDOTORIAL.COM - Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis pesisir. Hal ini ditegaskan langsung oleh Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Selasa (7/4/2026).


Dalam rapat tersebut, Presiden menginstruksikan agar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat dipercepat dan diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah tahun ini. Program ini menjadi salah satu prioritas nasional dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ekosistem industri perikanan dari hulu hingga hilir.


Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih telah mencapai 100 titik yang terbagi dalam dua tahap. Sebanyak 65 lokasi berada pada tahap pertama dan 35 lainnya pada tahap kedua.


“Kita sudah membangun 100 titik, 65 tahap satu, 35 tahap kedua. Dan kemudian itu totalnya 100, semuanya diperkirakan akhir bulan Mei selesai,” ujar Trenggono kepada awak media usai rapat.


Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, pemerintah juga menaruh perhatian serius terhadap aspek pengelolaan kampung nelayan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.


Menurut Trenggono, pengelolaan atau “pengawakan” Kampung Nelayan menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam rapat bersama Presiden. Hal ini mencakup kesiapan SDM lokal dalam mengelola fasilitas, meningkatkan produktivitas, hingga mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada di kawasan tersebut.


“Kemudian pengawakan dari Kampung Nelayan, kan penting juga. Itu salah satu yang kita bahas dengan Bapak Presiden,” imbuhnya.


Lebih jauh, pemerintah juga telah menyiapkan rencana ekspansi besar-besaran pada tahun depan. Sebanyak 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih akan dibangun secara paralel sepanjang tahun 2026, dengan fokus utama pada wilayah Indonesia Timur yang dinilai memiliki potensi kelautan yang sangat besar namun belum tergarap optimal.


“Yang seribu berikut di tahun 2026 secara paralel kita akan kerjakan dan fokusnya adalah ke Indonesia Timur,” jelas Trenggono.


Langkah ini dinilai strategis untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir di kawasan timur Indonesia.


Selain pembangunan kampung nelayan, pemerintah juga tengah mempersiapkan kerja sama internasional di sektor perikanan. Salah satu yang sedang dijajaki adalah kerja sama pengadaan kapal dengan Inggris. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap koordinasi lintas kementerian dan lembaga.


Pemerintah, lanjut Trenggono, tengah melakukan analisis menyeluruh terkait kesiapan industri galangan kapal dalam negeri, termasuk jumlah galangan yang tersedia serta kapasitas produksinya.


“Persiapan semuanya, seperti galangan kapal di Indonesia ada berapa, yang sanggup, yang sesuai. Itu semua kita sedang analisis bersama. Mudah-mudahan nanti segera bisa cepat. Karena targetnya dua tahun harus sudah jadi,” ungkapnya.


Dengan percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih serta rencana pengadaan kapal, pemerintah optimistis sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara merata.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas