Iklan

Iklan

,

Iklan

Gibran Lepas 150 Pejuang Digital, Dorong Percepatan Digitalisasi Pendidikan di Wilayah 3T

3 April 2026, 17:06 WIB

 

Gibran Lepas 150 Pejuang Digital, Dorong Percepatan Digitalisasi Pendidikan di Wilayah 3T

INDOTORIAL.COM - Jakarta,  – Gibran Rakabuming Raka secara resmi melepas peserta Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (02/04/2026). Program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mempercepat digitalisasi pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).


Kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Prabowo Subianto yang menempatkan transformasi digital dalam sektor pendidikan sebagai prioritas nasional. Digitalisasi pembelajaran dinilai menjadi solusi penting untuk menjembatani kesenjangan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas belajar di daerah dengan keterbatasan fasilitas.


Dalam sambutannya, Wapres Gibran menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang tidak bisa dihindari.


“Perkembangan teknologi sangat cepat. Karena itu, kita harus bergerak bersama untuk mengatasi kesenjangan pendidikan,” ujar Gibran.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa transformasi digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, teknologi hanya akan berdampak maksimal jika didukung kemampuan berpikir kritis dan keterampilan problem solving yang baik.


“Pemanfaatan teknologi harus meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru. Gunakan secara bijak dan bertanggung jawab, serta terus kembangkan kemampuan berpikir kritis agar kita tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga inovator,” tegasnya.


Digitalisasi Pendidikan Bukan Sekadar Teknologi


Gibran juga mengingatkan bahwa digitalisasi pendidikan tidak hanya soal penggunaan perangkat atau platform digital, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir dalam proses belajar-mengajar.


Menurutnya, pendekatan pembelajaran harus lebih adaptif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Hal ini menjadi krusial, terutama bagi daerah 3T yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan berkualitas.


Dalam kesempatan tersebut, Wapres turut berdialog langsung dengan para peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua hingga Sumatera Utara. Dialog ini bertujuan menggali latar belakang, pengalaman, serta kesiapan mereka dalam menjalankan tugas pengabdian.


Semangat Pengabdian dari Alumni Luar Negeri


Salah satu peserta, Theresia Rutisu asal Sorong, Papua Barat, yang akan bertugas di Merauke, menyampaikan komitmennya untuk kembali mengabdi di daerah asalnya. Lulusan Swiss Hotel Management School ini ingin berbagi pengalaman kepada generasi muda di wilayah 3T.


“Saya menekankan kata ‘pengabdian’. Saya ingin berbagi pengalaman kepada anak-anak di daerah 3T, karena saya juga berasal dari sana. Saya ingin mereka tidak pernah berhenti bermimpi,” ungkapnya.


Hal serupa disampaikan Gulmog Simbolon, alumni University of Surrey asal Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Ia akan menjalankan tugas di Kabupaten Sumedang dan melihat program ini sebagai wadah kontribusi nyata dalam pemerataan pendidikan.


Menanggapi hal tersebut, Wapres Gibran mengapresiasi semangat para alumni yang memilih kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikan di luar negeri. Ia menegaskan bahwa kontribusi nyata di daerah merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus kebanggaan sebagai warga negara.


“Setiap alumni harus bangga menjadi WNI dan mengabdi di kampung halamannya,” ujarnya.


Dorong Inovasi Pembelajaran di Sekolah


Wapres juga menekankan pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran agar lebih menarik dan tidak membosankan bagi siswa. Dengan dukungan teknologi seperti panel interaktif yang disediakan pemerintah, proses belajar diharapkan menjadi lebih efektif dan menyenangkan.


“Jika pembelajaran terasa membosankan, kita harus menemukan metode yang lebih menarik. Semua harus bisa dibuat menyenangkan,” tuturnya.


Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Program ini bertujuan mempercepat implementasi digitalisasi pembelajaran di wilayah 3T dan daerah khusus.


Sebanyak 150 alumni LPDP akan ditugaskan di 150 sekolah dasar yang tersebar di Sumedang, Kupang, Halmahera Utara, dan Merauke selama tiga bulan. Mereka akan berperan sebagai “Pejuang Digital” yang mendampingi guru dalam pemanfaatan teknologi serta penguatan sistem pembelajaran berbasis digital.


Melalui program ini, pemerintah berharap dapat mendorong terbentuknya ekosistem pendidikan digital yang lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas