Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Tekankan Momentum Kuartal I 2026 dan Percepatan Penanganan Sampah Bali untuk Jaga Daya Saing Pariwisata

14 Februari 2026, 15:29 WIB

 

Wapres Gibran Tekankan Momentum Kuartal I 2026 dan Percepatan Penanganan Sampah Bali untuk Jaga Daya Saing Pariwisata

INDOTORIAL.COM – Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya memaksimalkan momentum kunjungan wisatawan pada Kuartal I 2026 serta mempercepat penanganan sampah di Bali guna menjaga daya saing sektor pariwisata nasional. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Silaturahmi Wapres RI dengan para pelaku usaha sektor pariwisata di Politeknik Pariwisata Bali, Nusa Dua, Jumat (13/02/2026).


Agenda ini merupakan tindak lanjut arahan Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian, penguatan sektor ini harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas destinasi, kebersihan lingkungan, serta keberlanjutan ekosistem wisata.


Momentum Libur Panjang Kuartal I 2026 Harus Dioptimalkan


Dalam dialog bersama pelaku usaha pariwisata Bali, Wapres Gibran menyoroti bahwa periode awal tahun 2026 menjadi fase krusial yang tidak boleh terlewatkan. Tingginya mobilitas masyarakat akibat rangkaian libur panjang dinilai sebagai peluang emas untuk mendongkrak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.


“Kuartal I 2026 ini sangat penting sekali. Kemarin ada libur panjang Nataru, lalu Imlek, dilanjut Lebaran. Setelah itu, Juni-Juli sudah mulai lagi libur sekolah. Momentum ini benar-benar harus dijaga,” ujar Wapres.


Menurutnya, lonjakan kunjungan wisatawan pada periode tersebut harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pariwisata menjadi kunci utama.


Optimalisasi momentum wisata Kuartal I 2026 dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan okupansi hotel dan restoran, tetapi juga menggerakkan sektor UMKM, transportasi, ekonomi kreatif, hingga lapangan kerja lokal. Bali sebagai destinasi unggulan Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional.


Penanganan Sampah Bali Jadi Prioritas Strategis


Selain menyoroti momentum wisata, Wapres juga menekankan urgensi penanganan sampah di Bali. Isu kebersihan lingkungan dinilai berkaitan langsung dengan citra dan keberlanjutan pariwisata Bali di mata wisatawan global.


Wapres menyampaikan bahwa Program Waste to Energy saat ini tengah berproses di Danantara dan menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah, khususnya di Bali.


“Ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Bali. Hulu sampai hilir ini perlu dijaga betul-betul. Habit pemilahan sampah dari rumah harus digalakkan,” tegasnya.


Penanganan sampah, lanjutnya, tidak bisa ditunda. Pemerintah berencana segera menggelar rapat koordinasi lanjutan guna merumuskan langkah konkret dan terukur.


“Sampah ini urgent sekali, harus segera dirumuskan. Karena sekali lagi, Kuartal I ini sangat penting untuk sektor pariwisata,” imbuh Wapres.


Langkah percepatan pengolahan sampah Bali menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas destinasi wisata Indonesia. Kebersihan pantai dan kawasan wisata menjadi faktor penting dalam mempertahankan reputasi Bali sebagai destinasi kelas dunia.


Apresiasi untuk Pemprov Bali


Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali yang telah menindaklanjuti arahan Presiden terkait kebersihan kawasan wisata, khususnya pantai.


“Terima kasih Pak Gubernur sudah menindaklanjuti arahan Presiden terkait kebersihan pantai di Bali. Ini sangat penting untuk menjaga Bali yang kita cintai,” ucapnya.


Silaturahmi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan Bali tetap menjadi destinasi unggulan dengan standar kebersihan dan keberlanjutan yang tinggi. Di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan pada awal 2026, konsistensi menjaga kualitas destinasi dinilai menjadi faktor penentu dalam memperkuat daya saing pariwisata nasional.


Dengan optimalisasi momentum wisata Kuartal I 2026 serta percepatan penanganan sampah Bali, pemerintah berharap sektor pariwisata Indonesia mampu tumbuh lebih kuat, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas