INDOTORIAL.COM - Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya terhadap penguatan gizi dan ketahanan pangan nasional dengan menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah tokoh. Penganugerahan tersebut digelar dalam rangkaian acara peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), 18 Gudang Ketahanan Pangan, serta groundbreaking 107 SPPG Polri yang berlangsung di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Momentum ini menjadi simbol apresiasi negara atas dedikasi para penerima dalam mendukung agenda strategis nasional, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan ekosistem ketahanan pangan Indonesia.
Prosesi Khidmat Penganugerahan Tanda Kehormatan RI
Acara diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 dan 13/TK/Tahun 2026 oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayor Jenderal TNI Wahyu Yudhayana. Suasana khidmat menyelimuti lokasi acara saat keputusan tersebut dibacakan di hadapan para penerima dan tamu undangan.
Usai pembacaan keputusan, Presiden Prabowo secara langsung menyematkan tanda kehormatan kepada perwakilan penerima. Prosesi penyematan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga simbol penghormatan negara atas kerja nyata dalam menyukseskan program pemenuhan gizi dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Dadan Hindayana Terima Bintang Jasa Utama
Untuk kategori Bintang Jasa Utama, penghargaan diberikan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Ia dinilai berhasil memimpin percepatan implementasi program prioritas nasional, terutama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Presiden Prabowo.
Keberhasilan BGN dalam memperluas cakupan layanan pemenuhan gizi dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat dan produktif.
Wakapolri dan Pejabat BGN Terima Bintang Jasa Pratama
Sementara itu, penghargaan Bintang Jasa Pratama diberikan kepada empat penerima. Penyematan diwakili oleh Wakapolri Dedy Prasetyo serta Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol. (Purn) Sony Sonjaya.
Untuk kategori Bintang Jasa Nararya, penghargaan diberikan kepada lima penerima dengan perwakilan penyematan kepada Irwasum Polri, Wahyu Widada.
Penghargaan ini mencerminkan peran aktif institusi Polri dalam mendukung agenda ketahanan pangan dan distribusi layanan pemenuhan gizi di berbagai wilayah Indonesia.
60 Penerima Satya Lencana Wira Karya
Selain Bintang Jasa, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Satya Lencana Wira Karya kepada 60 penerima. Mereka terdiri atas Kapolda, pejabat utama Polri, Kapolres dari berbagai daerah, unsur pengawas internal, tokoh masyarakat, hingga perwakilan dunia usaha.
Penyematan penghargaan diwakili oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan, serta tokoh masyarakat peduli ketahanan pangan, Zaini Sidi.
Penghargaan ini diberikan atas kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, mendukung distribusi logistik pangan, serta memastikan keberlanjutan program pemenuhan gizi di tingkat lokal.
Komitmen Kolaborasi Lintas Sektor
Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia ini menjadi penegasan bahwa pembangunan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, Polri, dunia usaha, serta masyarakat memiliki peran strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.
Melalui peresmian 1.072 SPPG, pembangunan 18 gudang ketahanan pangan, serta groundbreaking 107 SPPG Polri, pemerintah menunjukkan langkah konkret dalam memperluas akses gizi dan memperkuat sistem distribusi pangan nasional.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam membangun Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berdaulat. Pemberian tanda kehormatan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga dorongan moral agar seluruh elemen bangsa terus bersinergi menyukseskan agenda besar kedaulatan pangan dan Program Makan Bergizi Gratis.
Dengan langkah strategis ini, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional semakin kokoh, sekaligus memastikan generasi masa depan Indonesia tumbuh dengan gizi yang cukup dan berkualitas.
(Indotorial.com)
