Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Hadiri Peluncuran Delapan Buku Rekam Jejak 70 Tahun Prof. Yusril Ihza Mahendra

8 Februari 2026, 16:14 WIB

 

Wapres Gibran Hadiri Peluncuran Delapan Buku Rekam Jejak 70 Tahun Prof. Yusril Ihza Mahendra

INDOTORIAL.COM - Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menghadiri acara Peluncuran Delapan Buku Rekam Jejak 70 Tahun Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra: Setengah Abad Dedikasi untuk Bangsa, yang digelar di Balai Kartini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026).


Kehadiran Wapres Gibran menjadi simbol penghormatan negara atas kiprah panjang Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, yang selama puluhan tahun konsisten mengabdikan diri kepada bangsa dan negara lintas era pemerintahan.


Dalam sambutannya, Wapres menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi Yusril di berbagai bidang strategis, mulai dari keagamaan, hukum, tata negara, hingga politik nasional. Menurutnya, rekam jejak tersebut menjadi teladan penting, khususnya bagi generasi muda Indonesia.


“Bagi saya, Prof. Yusril ini seorang tokoh yang serba bisa. Kiprahnya di berbagai bidang, baik keagamaan, hukum, tata negara, maupun politik. Sebagai anak muda, saya harus banyak belajar dari beliau, dari pengalaman-pengalaman beliau,” ujar Wapres Gibran.


Pengabdian Lintas Rezim dan Kepentingan Negara


Lebih lanjut, Wapres menekankan bahwa pengabdian Prof. Yusril Ihza Mahendra tidak semata-mata terikat pada jabatan formal, melainkan berpijak pada komitmen kebangsaan dan kepentingan negara. Ia menilai perjalanan panjang Yusril mencerminkan keteguhan sikap di tengah dinamika politik nasional dan pergantian kepemimpinan.


“Seperti yang Bapak Presiden Prabowo sampaikan dalam kata pengantar, pengabdian Prof. Yusril bukan semata soal jabatan, tetapi sebuah pengabdian yang berkesinambungan lintas rezim,” kata Wapres.


Menurut Gibran, hanya sosok dengan **integritas, kejernihan berpikir, serta kesetiaan pada negara—bukan pada kekuasaan sesaat—**yang mampu bertahan dan tetap relevan dalam berbagai fase pemerintahan.


Relevan dari Era Mesin Ketik hingga AI


Wapres juga meyakini, delapan buku yang diluncurkan pada momen peringatan 70 tahun perjalanan hidup Prof. Yusril Ihza Mahendra ini akan menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi Indonesia.


“Karena Prof. Yusril hidup di era sejak mesin ketik, namun gagasan dan pemikirannya sampai sekarang masih relevan di era digital dan kecerdasan buatan (AI),” tegasnya.


Menutup sambutannya, Wapres Gibran menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-70 kepada Prof. Yusril, sekaligus selamat atas peluncuran delapan buku rekam jejak pengabdian tersebut.


“Semoga Prof. Yusril dapat terus menginspirasi dan memberikan keteladanan, terutama bagi generasi muda,” tandasnya.


Delapan Buku Perkaya Koleksi Pemikiran Yusril


Sementara itu, Koordinator Penerbitan Buku, Hafid Abbas, menuturkan bahwa delapan buku yang diluncurkan hari ini semakin memperkaya Yusril Ihza Mahendra’s Collections, yang sebelumnya telah diresmikan pada 25 Agustus 2025.


“Koleksi ini bukan sekadar simbol atau catatan sejarah, tetapi merupakan harmoni pribadi, harmoni sosial, dan keselarasan dengan alam semesta,” ungkap Hafid Abbas.


Sebagai informasi, delapan buku tersebut merekam perjalanan pemikiran, perjuangan, dan kontribusi Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra bagi bangsa dan negara. Adapun karya yang diluncurkan meliputi autobiografi, kajian pemikiran politik dan hukum, kumpulan putusan landmark, refleksi akademik, hingga novel biografis, yaitu:


The Untold Stories of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra dan Testimoni Kolega


The Autobiography of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra


Islam, Democracy, and Human Rights in Contemporary Indonesia


Pemikiran Politik Yusril Ihza Mahendra: Islam, Negara, dan Demokrasi


Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra: Keadilan yang Memulihkan


The Landmark Cases of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra


Lebih Dekat dengan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra: Pandangan Tokoh dan Sahabat


Di Mana Bumi Dipijak: Novel Biografi


Acara ini menjadi penanda penting 70 tahun perjalanan hidup dan pengabdian Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, sekaligus refleksi atas dedikasi panjang seorang negarawan yang konsisten menjaga nilai konstitusi dan kepentingan bangsa.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas