Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Dukung Karya Film Kampus, Sekolah Vokasi UGM Tampilkan Film “Setan Alas” Berbasis Gotong Royong

8 Februari 2026, 16:11 WIB

 

Wapres Gibran Dukung Karya Film Kampus, Sekolah Vokasi UGM Tampilkan Film “Setan Alas” Berbasis Gotong Royong

INDOTORIAL.COM - Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung penguatan karya kreatif berbasis kampus, khususnya yang lahir dari lingkungan pendidikan vokasi. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (6/2/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif kampus vokasi yang mampu menghadirkan karya kreatif berkualitas sekaligus membangun ekosistem industri kreatif yang inklusif dan berdaya saing. Menurutnya, dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam mencetak talenta-talenta muda yang siap terjun langsung ke industri, termasuk di sektor perfilman nasional.


Audiensi ini secara khusus membahas pengembangan salah satu karya unggulan Sekolah Vokasi UGM di bidang perfilman, yakni film Setan Alas. Film tersebut dinilai tidak hanya menonjolkan kualitas produksi, tetapi juga menghadirkan pendekatan unik melalui model manajemen gotong royong yang melibatkan berbagai elemen di lingkungan kampus.


Wapres Gibran menilai, model produksi kreatif yang lahir dari kampus vokasi seperti ini penting untuk terus didorong. Selain efisien dari sisi pembiayaan, pendekatan kolaboratif juga mampu membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan industri kreatif yang semakin kompetitif.


Dalam paparannya, rombongan Sekolah Vokasi UGM menjelaskan bahwa film Setan Alas diproduksi melalui sistem kepemilikan bersama. Seluruh pemain, kru, sutradara, hingga produser memiliki porsi kepemilikan dalam karya tersebut, sehingga proses produksi berjalan dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif.


Dekan Sekolah Vokasi UGM, Agus Maryono, mengungkapkan bahwa skema gotong royong tersebut terbukti efektif dalam menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas film. Bahkan, hasil akhirnya mampu bersaing dan mendapatkan apresiasi di berbagai ajang penghargaan.


“Film ini menggunakan manajemen gotong royong, sehingga sangat efisien, tidak memerlukan dana besar, tetapi kualitasnya tetap sangat baik,” ujar Agus Maryono usai audiensi.


Ia menambahkan, produksi film Setan Alas melibatkan sekitar 200 kru dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa SMK, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga unsur pendukung lainnya di lingkungan kampus. Keterlibatan lintas elemen ini, menurutnya, menciptakan ruang belajar yang nyata dan menyeluruh bagi seluruh sivitas akademika.


“Efeknya sangat besar, mulai dari kreativitas dalam penciptaan cerita, teknik audiovisual, pencahayaan, hingga manajemen produksi film. Ini menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh sivitas akademika,” jelasnya.


Sekolah Vokasi UGM juga menyampaikan harapan agar karya-karya film kampus seperti Setan Alas mendapat dukungan yang lebih luas, sehingga dapat menjangkau masyarakat secara lebih besar. Dukungan tersebut dinilai penting, mengingat film ini telah meraih sejumlah penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional.


Menanggapi hal tersebut, Wapres Gibran mengapresiasi semangat inovasi yang ditunjukkan dunia pendidikan vokasi. Ia mendorong para insan kreatif kampus untuk terus meningkatkan kualitas produksi, memperluas jejaring, serta tidak ragu menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah, kata dia, berkomitmen membuka ruang agar perfilman berbasis kampus dapat terus berkembang di Indonesia.


“Wapres memberikan saran pada kita untuk terus tetap berjuang, untuk terus bersemangat, meningkatkan karya, dan pemerintah akan memperhatikan serta mencarikan jalan keluar agar perfilman yang bersumber dari kampus bisa terus berkembang,” tandas Agus Maryono.


Audiensi ini sejalan dengan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan pembangunan sumber daya manusia unggul dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis inovasi. Pemerintah mendorong perguruan tinggi vokasi menjadi motor lahirnya karya-karya kreatif bernilai ekonomi, berdaya saing, serta berakar pada nilai gotong royong sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.


Turut mendampingi Wapres dalam pertemuan tersebut antara lain Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar dan Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas