Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Tegaskan Peran Strategis NU dalam Menjaga Persatuan Bangsa

8 Februari 2026, 16:33 WIB

 

Presiden Prabowo Tegaskan Peran Strategis NU dalam Menjaga Persatuan Bangsa

INDOTORIAL.COM - Malang – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU, yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu, 8 Februari 2026.


Dalam sambutannya di hadapan ribuan warga Nahdliyin, ulama, dan tokoh masyarakat, Presiden Prabowo menyebut NU sebagai organisasi keagamaan yang secara konsisten menjadi teladan dalam merawat persatuan nasional sejak masa awal berdirinya bangsa Indonesia.


“Saudara-saudara sekalian, NU selalu memberi contoh, NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan, dan memang itulah pelajaran sejarah,” tegas Presiden Prabowo.


Presiden menilai, pengabdian NU terhadap bangsa dan negara tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang Indonesia. Selama 100 tahun kiprahnya, NU dinilai telah menjadi salah satu pilar utama yang menopang kebesaran dan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan bahwa peran NU tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga sangat nyata dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Menurut Presiden, para kiai dan ulama NU selalu hadir di saat-saat krusial ketika negara berada dalam ancaman.


“Kemerdekaan itu diuji di Jawa Timur, diuji di Surabaya. Diuji dalam pertempuran di Surabaya dan sekitarnya. Dan dalam pertempuran itu, kita bangsa Indonesia telah berhasil mempertahankan kemerdekaan kita melawan negara-negara besar di dunia,” ujar Presiden.


Presiden Prabowo secara khusus menyoroti peran ulama NU dalam memimpin rakyat Jawa Timur saat menghadapi pasukan Inggris, yang kala itu merupakan salah satu negara pemenang Perang Dunia Kedua.


“Kita telah berhasil menghadapi Inggris pemenang Perang Dunia Kedua, rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya, dipimpin oleh para kiai, para ulama,” jelasnya.


Dalam konteks kehidupan berbangsa saat ini, Presiden Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya kerukunan dan persatuan sebagai kunci utama kekuatan Indonesia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu meskipun terdapat perbedaan pandangan, pilihan politik, maupun latar belakang sosial.


“Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat, tapi di ujungnya, semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan,” tegas Presiden.


Pesan tersebut dinilai sejalan dengan komitmen NU dalam merawat harmoni sosial, toleransi antarumat beragama, serta stabilitas nasional. Selama satu abad, NU dikenal konsisten mengedepankan Islam yang moderat, ramah, dan berpihak pada keutuhan bangsa.


Acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU sendiri menjadi momentum refleksi atas kontribusi NU bagi Indonesia sekaligus peneguhan komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan zaman. Dukungan Presiden Prabowo terhadap peran NU ini mempertegas posisi organisasi tersebut sebagai mitra strategis negara dalam menjaga keutuhan NKRI.


Dengan semangat kebersamaan dan persatuan yang terus dirawat, NU diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga Indonesia sebagai bangsa yang rukun, kuat, dan berdaulat.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas