Iklan

Iklan

,

Iklan

Perjanjian Perdagangan Timbal Balik, Babak Baru Aliansi Indonesia–AS Dimulai

21 Februari 2026, 16:15 WIB

 

Perjanjian Perdagangan Timbal Balik, Babak Baru Aliansi Indonesia–AS Dimulai

INDOTORIAL.COM – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat resmi menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik bertajuk “Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance” di Washington, D.C. pada Kamis, 19 Februari 2026.


Penandatanganan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan bilateral yang menjadi sorotan pelaku ekonomi global.


Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting dalam hubungan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat, sekaligus membuka babak baru kerja sama strategis kedua negara di tengah dinamika perdagangan internasional.


Pertemuan Bilateral Berlangsung Intensif


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa penandatanganan dilakukan secara langsung oleh kedua kepala negara, setelah agenda Board of Peace pada pagi harinya.


“Ditandatangani secara bersama baik oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump. Dan dalam pertemuan bilateral antara kedua pemimpin itu berjalan cukup lama selama 30 menit sesudah kegiatan Board of Peace tadi pagi,” ujar Airlangga kepada awak media.


Pertemuan tersebut menjadi momen krusial yang menandai kesepakatan formal atas negosiasi panjang yang telah berlangsung sejak tahun lalu.


Pembentukan Council of Trade and Investment


Salah satu poin utama dalam Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia–Amerika Serikat ini adalah pembentukan council of trade and investment atau dewan perdagangan dan investasi. Forum ini akan menjadi wadah resmi pembahasan isu ekonomi, perdagangan, serta investasi antara kedua negara.


Menurut Airlangga, forum tersebut berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian awal apabila terjadi lonjakan tarif atau kebijakan perdagangan yang dinilai berpotensi mengganggu neraca perdagangan masing-masing negara.


“Ini hasil daripada agreement of reciprocal trade, sehingga seluruh persoalan investasi dan persoalan perdagangan antara Indonesia dan Amerika nanti akan dibahas dulu di dalam council of trade apabila terjadi kenaikan yang terlalu tinggi atau hal yang dianggap bisa mengganggu neraca daripada kedua negara,” jelasnya.


Dengan adanya dewan ini, stabilitas hubungan dagang Indonesia–AS diharapkan lebih terjaga, sekaligus memberi kepastian hukum bagi investor.


Hormati Kedaulatan dan Perkuat Rantai Pasok


Perjanjian bertajuk Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance ini tidak hanya fokus pada perdagangan, tetapi juga memuat komitmen untuk memperkuat rantai pasok global serta menjunjung tinggi kedaulatan masing-masing negara.


Airlangga menegaskan bahwa prinsip saling menghormati menjadi fondasi utama kerja sama ini.


“Saya garis bawahi, menghormati kedaulatan dari masing-masing negara itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani,” tegasnya.


Di tengah ketidakpastian ekonomi global, penguatan rantai pasok antara Indonesia dan Amerika Serikat menjadi langkah strategis, terutama pada sektor manufaktur, energi, teknologi, dan komoditas strategis.


Hasil Negosiasi Panjang Sejak 2025


Perjanjian ini merupakan hasil proses negosiasi yang cukup panjang. Sejak pengumuman kebijakan tarif oleh Presiden Trump pada April 2025, Pemerintah Indonesia secara aktif mengirimkan empat surat negosiasi tarif kepada Pemerintah Amerika Serikat.


Tak hanya itu, Indonesia juga melakukan empat kali kunjungan resmi ke Washington DC, menggelar tujuh putaran perundingan, serta lebih dari sembilan kali pembahasan secara langsung maupun virtual dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat atau United States Trade Representative, termasuk bersama Duta Besar Jamieson Greer.


Menurut Airlangga, sekitar 90 persen dokumentasi yang diajukan Indonesia telah dipenuhi oleh pihak Amerika Serikat, menunjukkan adanya komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan.


Dampak bagi Ekonomi Indonesia


Penandatanganan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia–Amerika Serikat ini diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan kepastian aturan perdagangan dan investasi, pelaku usaha diharapkan lebih percaya diri memperluas ekspansi pasar.


Bagi Indonesia, kerja sama ini berpotensi meningkatkan ekspor ke pasar Amerika Serikat, menarik investasi strategis, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.


Sementara bagi Amerika Serikat, Indonesia dinilai sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara dengan potensi pasar besar dan sumber daya unggulan.


Dengan kesepakatan ini, hubungan bilateral Indonesia–AS tidak hanya memasuki fase baru, tetapi juga membuka peluang menuju era “golden age” kerja sama ekonomi yang lebih seimbang, adil, dan saling menguntungkan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas