Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional

18 Februari 2026, 17:06 WIB

 

Presiden Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Prabowo Subianto menghadiri forum strategis Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026. Kehadiran Presiden dalam forum ekonomi ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam menyelaraskan arah kebijakan ekonomi nasional menuju tahun 2026.


Agenda Indonesia Economic Outlook 2026 menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah, pelaku usaha, ekonom, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk menyatukan visi dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Momentum ini dinilai penting di tengah dinamika ekonomi dunia yang masih diwarnai ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi pasar internasional.


Dalam pengantar pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran pemerintah pada tahun pertama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa capaian yang diraih selama satu tahun terakhir merupakan hasil kerja kolektif tim yang solid.


“Semua pencapaian kita yang kita harus bangga adalah hasil kerja keras seluruh tim yang saya pimpin. Jadi saudara-saudara di hadapan seluruh Indonesia, saya katakan memang tim saya adalah menurut pendapat saya, menurut keyakinan saya, karena saya pengguna, saya melihat langsung dari dekat, mereka sungguh-sungguh adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.


Pernyataan tersebut sekaligus menjadi refleksi atas berbagai capaian awal pemerintahan, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global. Pemerintah menilai fondasi ekonomi Indonesia saat ini berada pada jalur yang cukup kuat untuk melangkah ke fase pertumbuhan berikutnya.


Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam laporannya memaparkan capaian kinerja ekonomi nasional. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia secara year-on-year mencapai 5,11 persen.


Angka tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 4,98 persen. Menurut Airlangga, pertumbuhan ini mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga yang terjaga, serta meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama pada momentum hari besar Natal dan Tahun Baru (Nataru).


“Ini mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta peningkatan mobilitas akibat daripada hari besar Nataru dan aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.


Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen, dengan potensi mencapai 5,6 persen. Target tersebut diproyeksikan melalui sinergi belanja pemerintah, investasi swasta, serta penguatan peran Danantara sebagai mesin penggerak ekonomi nasional.


Airlangga mengibaratkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini seperti pesawat yang siap lepas landas setelah sempat tertahan oleh gangguan eksternal di masa lalu. Ia optimistis dalam dua tahun ke depan, mesin produksi nasional akan bergerak lebih harmonis dan agresif.


Forum Indonesia Economic Outlook 2026 juga dihadiri para duta besar negara sahabat, menteri Kabinet Merah Putih, ekonom, serta akademisi. Diskusi yang berlangsung menyoroti pentingnya kebijakan ekonomi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang.


Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum ini mempertegas komitmen pemerintah untuk menjaga optimisme ekonomi nasional. Pemerintah melihat momentum 2026 sebagai titik penting untuk memperkuat daya saing Indonesia, mendorong peningkatan investasi, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas.


Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang solid dan dukungan kebijakan yang terarah, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan. Indonesia Economic Outlook 2026 menjadi penanda bahwa arah kebijakan ekonomi nasional disusun secara terukur, berbasis data, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas.


Optimisme tersebut kini menjadi fondasi utama pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas