Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Harus Berkeadilan dan Berlandaskan Hati Nurani

20 Oktober 2025, 21:40 WIB

 

Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Harus Berkeadilan dan Berlandaskan Hati Nurani

Indotorial.com, - Jakarta, 20 Oktober 2025 — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan, berintegritas, dan berlandaskan hati nurani. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat menyaksikan penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp13,25 triliun dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin (20/10).


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan keberanian jajaran Kejaksaan Agung dalam mengembalikan kerugian negara. Ia menilai langkah tersebut sebagai bukti nyata komitmen lembaga penegak hukum dalam memberantas korupsi.


Namun, Presiden juga mengingatkan agar semangat penegakan hukum selalu disertai dengan rasa kemanusiaan dan keadilan sosial, terutama terhadap rakyat kecil.


“Berbuatlah yang terbaik untuk bangsa, negara, dan rakyatmu. Harta, apalagi didapatkan dengan cara yang mengorbankan rakyat kita, itu harta yang haram,” tegas Presiden Prabowo.

“Rezeki yang tidak baik pada akhirnya akan membawa ketidakbaikan kepada siapa pun dan keluarganya.”


Presiden Prabowo menekankan bahwa hukum tidak boleh diterapkan secara tebang pilih. Ia mengingatkan aparat penegak hukum—baik jaksa, polisi, maupun hakim—untuk menegakkan keadilan dengan hati nurani dan menjauhi praktik yang merugikan masyarakat kecil.


“Penegak hukum harus punya hati. Jangan istilahnya tumpul ke atas, tajam ke bawah. Itu zolim, itu angkara murka, jahat. Orang kecil, orang lemah harus dibela, harus dibantu,” ujarnya.


Selain itu, Presiden juga mengingatkan para pengusaha agar tidak menipu negara. Ia menegaskan pemerintah akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hukum yang merugikan rakyat.


“Kalau para pengusaha serakah itu menganggap bisa menipu terus-menerus bangsa sebesar Indonesia, kita akan buktikan bahwa kita masih eksis, masih kuat, dan bertekad menegakkan kedaulatan demi rakyat,” kata Presiden.


Presiden Prabowo menilai penyerahan uang pengganti kerugian negara senilai Rp13,25 triliun tersebut menjadi tanda baik bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahannya. Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menjaga dan mengelola kekayaan nasional dengan bijak.


“Bangsa Indonesia sangat kaya. Kalau kita bisa kelola dengan baik, kalau kita punya keberanian, Indonesia akan cepat bangkit. Saya percaya itu, saya yakin itu,” pungkasnya.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas