Indotorial.com, - Jakarta – Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota (Pemko) Solok dalam memperkuat kolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta pemerintah daerah lainnya guna mendukung upaya pemberantasan korupsi. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Kolaborasi antara KPK dan Pemerintah Daerah di Gedung KPK RI.
Dalam sambutannya, Ramadhani menyampaikan apresiasi kepada KPK atas penyelenggaraan rapat koordinasi tersebut. Ia menilai forum ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama antara pusat dan daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
“Korupsi adalah tantangan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Diperlukan upaya bersama yang terstruktur, sistematis, dan kolaboratif untuk mencegah praktik-praktik yang merugikan kepentingan publik,” tegas Ramadhani.
Lebih lanjut, ia memaparkan keberhasilan Pemko Solok dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas melalui program pencegahan korupsi. Salah satunya tercermin dari capaian Indeks Monitoring Center for Prevention (MCP) 2024 yang mencapai skor 92,46. Dengan skor tersebut, Kota Solok berhasil menempati peringkat ketiga terbaik dari 20 kabupaten/kota dan provinsi di Sumatera Barat.
“Skor MCP 92,46 pada 2024 menjadi cermin komitmen dan konsistensi kami dalam menjalankan prinsip integritas,” ujarnya.
Selain itu, Pemko Solok juga aktif mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pelayanan publik. Melalui saluran pengaduan resmi seperti portal LAPOR dan website pemerintah daerah, masyarakat dapat memberikan masukan sekaligus mengawasi jalannya pelayanan. Upaya pembangunan budaya antikorupsi turut diperkuat lewat pembinaan karakter dan spiritual, termasuk kegiatan keagamaan serta penguatan nilai moral bagi aparatur sipil negara maupun masyarakat.
Ramadhani menekankan bahwa pemberantasan korupsi bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari pembentukan nilai dan perilaku berintegritas dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ia berharap kerja sama yang semakin erat dengan KPK dan pemangku kepentingan lain dapat menjadikan Kota Solok sebagai contoh pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab.
(Indotorial.com)
