Iklan

Iklan

,

Iklan

Tuntaskan Reformasi Birokrasi 2021, Gubernur Sumatera Barat Lantik Ratusan Pejabat Fungsional di Pemprov Sumbar

2 Januari 2022, 15:35 WIB

 

Tuntaskan Reformasi Birokrasi 2021, Gubernur Sumatera Barat Lantik Ratusan Pejabat Fungsional di Pemprov Sumbar

INDOTORIAL.COM - PADANG – Mengakhiri tahun 2021 dengan langkah strategis, Mahyeldi Ansharullah atau yang akrab disapa Buya Mahyeldi, resmi menuntaskan target reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Penuntasan tersebut diwujudkan melalui pelantikan ratusan pejabat eselon IV yang disetarakan menjadi pejabat fungsional, Jumat (31/12/2021), di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar.


Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar reformasi birokrasi nasional yang diinisiasi pemerintah pusat. Penyederhanaan birokrasi menjadi dua level jabatan struktural merupakan instruksi langsung Joko Widodo dalam rangka menciptakan sistem pemerintahan yang lebih lincah, responsif, dan efektif dalam melayani masyarakat.


Sejalan dengan Arahan Pemerintah Pusat


Kebijakan penyetaraan jabatan ini selaras dengan misi reformasi birokrasi yang dicanangkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta arahan Kementerian Dalam Negeri.


Sebelumnya, melalui Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Akmal Malik, ditegaskan bahwa seluruh pemerintah daerah wajib menuntaskan proses penyederhanaan birokrasi paling lambat 31 Desember 2021.


“Batas waktu proses penyederhanaan birokrasi khususnya pelantikan penyetaraan jabatan fungsional, selambat-lambatnya sudah harus dilakukan kepala daerah tanggal 31 Desember 2021,” ujar Akmal Malik dalam arahannya.


Dengan pelantikan yang dilakukan tepat pada hari terakhir tahun 2021 tersebut, Pemprov Sumbar dinilai berhasil memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah pusat.


Birokrasi Lebih Sederhana dan Cepat Bertindak


Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa penyederhanaan birokrasi bukan sekadar formalitas administratif. Transformasi ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pengambilan keputusan serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik di Sumatera Barat.


Menurutnya, birokrasi yang ramping akan memangkas rantai koordinasi yang terlalu panjang. Dengan demikian, kebijakan bisa dieksekusi lebih cepat dan tepat sasaran.


“Penyederhanaan birokrasi menjadi dua level adalah keharusan. Ini untuk menjadikan birokrasi lebih sederhana, mampu bertindak cepat, dan efektif,” tegas Mahyeldi di hadapan para pejabat yang dilantik.


Transformasi jabatan dari eselon IV ke jabatan fungsional juga diharapkan mendorong ASN lebih fokus pada keahlian dan kompetensi masing-masing, bukan semata-mata pada struktur jabatan.


Jaminan Karier dan Tunjangan Tetap Terjaga


Salah satu kekhawatiran yang kerap muncul dalam proses penyetaraan jabatan adalah soal pengembangan karier dan tunjangan kinerja. Menjawab hal tersebut, Gubernur Mahyeldi memastikan bahwa pejabat fungsional tetap memiliki peluang karier yang jelas.


Ia menegaskan bahwa sistem penilaian dan tunjangan kinerja akan tetap mengacu pada tingkat keahlian dan capaian kerja masing-masing pegawai.


“Saya ucapkan selamat kepada seluruh pejabat fungsional yang dilantik. Tidak perlu khawatir akan pengembangan karier, karena jabatan fungsional ini dinilai dari keahlian yang dimiliki. Jadi tetaplah bekerja dengan baik, semangat dan ikhlas,” ujarnya.


Mahyeldi optimistis, kebijakan penyederhanaan birokrasi ini akan membawa perubahan signifikan terhadap tata kelola pemerintahan di Sumatera Barat. Dengan struktur yang lebih sederhana dan SDM yang berorientasi pada kompetensi, Pemprov Sumbar diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan profesional.


Komitmen Reformasi Birokrasi di Sumatera Barat


Langkah Pemprov Sumbar menuntaskan penyederhanaan birokrasi hingga akhir 2021 menjadi bukti komitmen daerah dalam mendukung agenda reformasi birokrasi nasional. Kebijakan ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam membangun pemerintahan daerah yang adaptif terhadap tantangan zaman.


Ke depan, implementasi jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diharapkan tidak hanya berdampak pada efisiensi struktur organisasi, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.


Dengan penyederhanaan birokrasi yang telah dituntaskan, Sumatera Barat memasuki tahun baru 2022 dengan optimisme baru—menuju birokrasi yang lebih modern, profesional, dan berorientasi pada hasil.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas